Sumsel, Lumbung Energi Tapi Miskin Listrik

Sumsel, Lumbung Energi Tapi Miskin Listrik

- detikNews
Kamis, 24 Agu 2006 22:09 WIB
Palembang - Sumatra Selatan (Sumsel) dikenal salah satu daerah penghasil batubara, minyak, dan gas terbesar di Indonesia. Namun ternyata masyarakat di Sumsel masih kekurangan listrik. Hal tersebut dikemukakan Forum Rakyat untuk Pembangunan Sumatera Selatan saat mendatangi DPR dan DPD pada Selasa (22/8/2006). Mereka menemui Ketua Komisi VII (bidang ESDM) DPR Agusman Effendi dan anggota DPD asal Sumsel M Kafrawi Rahim dan Ruslan Wijaya.Dalam pertemuan itu, dihadiri beberapa aktivis FRPSS, Ketua KADIN Sumsel Ahmad Rizal, Aziz Kamis dari LSM FITRA, dan Bambang yang mewakili LBH Sumsel. Menurut Aziz Kamis, DPR akan memberikan pendapatnya soal tuntutan masyarakat Sumsel ini pada (28/8) mendatang. Dalam pertemuan itu, Komisi VII DPR mengakui pihaknya masih belum memperhatikan potensi dari Sumsel. "Memang benar perhatian pemerintah terhadap Sumsel sangat sedikit. Sebagai buktinya Sumsel yang kaya akan sumber daya alam untuk dijadikan energi, malah tidak dapat apa-apa. Padahal, kandungan batubara Sumsel nomor satu, juga geothermal dan dieselnya termasuk paling banyak," ujar Agusman seperti dikutip Aziz, Kamis (24/8/2006).Agusman mejelaskan, Sumsel sebenarnya sudah mempunyai sumber daya primer. "Tapi kenapa energi skundernya tidak ada seperti transmisi listrik. Padahal itu sangat penting untuk dijadikan crash program," kata Agusman.Sebagai daerah sumber energi, jelasnya, pemerintah harus mengarahkan industri ke arah sumber energinya. Akan tetapi saat ini, pemerintah pusat masih memegang istilah energi follow industry atau energi mengikuti industri, bukan industri mengikuti energi, sehingga energi yang bersumber di Sumsel malah dialihkan ke jawa bahkan diekspor ke Jepang dan Korea."Harusnya industri yang dibawa ke Sumsel, karena di sana SDA-nya sangat murah sehingga biaya produksinya akan murah," tandasnya.Di tempat lain, anggota DPD Kafrawi Rahim dan Ruslan Wijaya mendukung perjuangan masyarakat Sumsel untuk mendapatkan listrik. Kafrawai berjanji akan memberikan dukungan secara politis dengan merekomendasikan Sumsel untuk dapat pasokan listrik."Kami akan menyurati pemerintah. Sebagai salah satu sumber energi di Indonesia, Sumsel juga seharusnya mendapatkan energi yang dibutuhkan. Tapi kenyataannya saat ini malah sering byar pet," kata Kafrawi.Sementara Ketua KADIN Sumsel Ahmad Rizal mengatakan, pihaknya akan tetap memperjuangkan agar pasokan listrik di Sumsel ditambah. Menurutnya, saat ini pemerintah hanya akan memberikan listrik melalui independent power producer (IPP) atau pembangkit suasta. "Hal ini tidak efektif, karena biayanya sangat mahal," ujarnya. (ary/)


Berita Terkait