45 Juta Jiwa Terinfeksi AIDS, Perlu Kampanye Lewat Pendidikan

45 Juta Jiwa Terinfeksi AIDS, Perlu Kampanye Lewat Pendidikan

- detikNews
Kamis, 24 Agu 2006 01:30 WIB
Jakarta - Tingginya angka HIV/AIDS di dunia yang menyerang manusia hingga mencapai 45 juta jiwa, membuat pemerhati masalah sosial berpikir keras untuk menekannya. Sektor pendidikan pun ditempuh untuk mengkampanyekan anti-HIV/AIDS.Ujung tombak bagi penyadaran dan penyebaran informasi mengenai HIV/AIDS tidak lain adalah peran guru seoptimal mungkin.Demikian salah satu kesimpulan Seminar Nasional "Peningkatan Peran Pendidikan dalam Rangka Penanggulangan HIV/AIDS" di Depdiknas, seperti rilis yang diterima detikcom, Rabu, (23/8/2006). Menurut salah satu pembicara dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Arief Rachman, peran guru sangat dinantikan dalam pemberian informasi penyakit mematikan ini."Guru menjadi ujung tombak dalam memberikan penyadaran dan penyebaran informasi pada siswanya. Perlu juga diupayakan pilot project di sekolah untuk melakukan usaha preventif" kata Arief dalam seminar yang dihadiri para pengambil kebijakan di berbagai departemen dan dari akademisi serta guru se-Jabotabek itu.Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya sektor nonformal untuk kampanye ini. "Penting untuk mengangkat isu perencanaan dan advokasi peran pendidikan di jajaran pembuat kebijakan sampai tingkat sekolah yang menjangkau sasaran generasi muda dalam program pencegahan HIV/AIDS, baik pada pendidikan formal maupun nonformal," ujar Arief.Sementara itu, pada kesempatan yang sama Direktur UNESCO Jakarta, Hubert J Gijzen, menggarisbawahi pentingnya karakteristik budaya lokal agar tetap diperhatikan."Kontribusi pencegahan melalui jalur pendidikan dengan pelatihan guru dan kurikulum juga harus memperhatikan keanekaragaman budaya dan kehidupan sosial" katanya.Hal senada disampaikan pula oleh Direktur Plan Indonesia, MK Ali di tempat serupa. Ia menilai pencegahan penyebaran HIV/AIDS melalui sektor pendidikan sangat efektif."Ini adalah entry point terbaik sebagai strategi yang diterapkan dunia,yaitu melalui peran kebijakan pendidikan. Kita dapat meningkatkan kerjasama yang lebih efektif sebagai langkah awal dari proses yang panjang dalam mencapai target audience," ujar Ali.Semangat kampanye HIV/AIDS dikalangan remaja ini sejalan dengan target Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menaruh angka 90 persen remaja telah menerima informasi tentang bahaya HIV/AIDS pada 2010 dan 95 persen pada 2015.Menurut data PBB, dari 45 juta jiwa di dunia yang terinfeksi HIV/AIDS, 3 juta jiwa meninggal pada 2005. Akibat epidemik HIV/AIDS ini, telah mendorong krisis sosial terutama bagi anak-anak dan wanita di seluruh dunia. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads