2 Mahasiswa UGM yang Hilang di Timika Belum Ditemukan
Rabu, 23 Agu 2006 19:22 WIB
Jakarta - Hingga Rabu (23/8/2006), Tim SAR masih belum berhasil menemukan dua mahasiswa UGM, Indra Nurcahyo dan Hiswan Maryadi, yang hilang di Perairan Pulau Puriri, Timika. Tim SAR hanya menemukan Laapik, pengantar kedua mahasiwa UGM itu, dalam keadaan tewas. "Setelah menemukan 1 korban, hingga sore tadi, kami belum berhasil menemukan kedua korban lainnya," kata Kasat Polair KP3 Timika AKP Abas saat dihubungi detikcom, Rabu (23/8/2006) pukul 19.00 WIB. Laapik ditemukan Tim SAR di atas pasir di tepi Pulau Serayu, sekitar 2 mil arah barat Pulau Puriri. Setelah Laapik ditemukan, Tim SAR mengkonsentrasikan penyisiran di Pulau Serayu dan Pulau Bidadari yang berdempetan itu. Jarak antara Pulau Puriri dengan Pulau Serayu dan Bidadari bisa ditempuh dengan speed boat hanya dalam waktu 10 menit. Rencananya, pencarian dua mahasiswa UGM akan dilanjutkan Kamis (24/8/2006). "Tapi tergantung cuaca besok. Kalau cuaca bagus, kami akan memulai pagi-pagi," ujar dia. Hingga pukul 21.00 WIT, Tim SAR masih stand by dan menginap di sekitar Pulau Puriri. Laapik Dimakamkan di TimikaSementara itu, jenazah Laapik sudah dievakuasi dari Pulau Serayu ke Timika. Saat ditemukan, jenazah Laapik sudah membusuk. "Tapi, jenazah masih mudah dikenali, karena pakaiannya masih utuh," ujar Abas. Setibanya di Timika, jenazah Laapik langsung diserahkan kepada Keluarga Kerukunan Sulawesi Tenggara. Hal ini karena Laapik berasal dari Bau-bau, Buton, Sulawesi Tenggara. "Jenazah telah dimakamkan di Timika pukul 17.00 WIT," kata Abas.
(asy/)











































