GP Ansor Jateng Tidak Akan Kirim Relawan ke Timteng
Jumat, 11 Agu 2006 13:51 WIB
Solo - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menegaskan pihaknya tidak akan mengirim relawan ke ranah konflik bersenjata di Timur Tengah. Bantuan yang akan dilakukan oleh Ansor kepada korban perang adalah penggalangan dana untuk pembelian bahan pangan dan obat-obatan. "Masalah pengiriman pasukan atau relawan menjadi domain pemerintah, sehingga Ansor Jateng tidak akan mengirim relawan ke sana. Yang kami dilakukan adalah menggalang kekuatan dalam konteks donasi," ujar Ketua GP Ansor Jateng Mufid Rahmat kepada wartawan di Solo, Jumat (11/8/2006). Semula, kata Mufid, badan otonom di bawah NU itu akan bersikap terhadap arogansi Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah dengan aksi turun ke jalan. Namun rencana itu dibatalkan dengan berbagai alasan, termasuk alasan bahwa tindakan itu tidak dirasakan oleh rakyat Palestina dan Libanon. Akhirnya langkah yang ditempuh Ansor Jateng adalah menjalin kerjasama dengan elemen-elemen masyarakat lainnya untuk membantu penderitaan warga sipil Palestina dan Libanon yang menjadi korban perang. Bentuk kerjasama itu berupa penggalangan dana untuk disumbangkan kepada korban perang berupa obat-obatan dan bahan pangan. Bukan Sentimen Agama Lebih lanjut Mufid mengatakan sensitivitas yang dirasakan para kader Ansor atas krisis di Timur Tengah bukan didasari sentimen agama. Sebab, menurutnya, Libanon bukan negara yang mendasarkan konstitusi atau perundang-undangan negara pada salah satu agama tertentu. "Sensitivitas itu lebih banyak didorong oleh nilai-nilai universal dan kemanusiaan. Siapapun yang cinta damai dan anti penindasan sepatutnya membela Palestina dan Lebanon, apapun agama yang dipeluknya" kata Mufid.
(nrl/)











































