Lahan Relokasi Korban Lapindo Mulai Dipersiapkan
Kamis, 10 Agu 2006 22:40 WIB
Jakarta - Pemkab Sidoarjo tengah mempersiapkan lahan relokasi pemukiman warga korban lumpur panas Lapindo Brantas Inc. Pengadaan rumah ditangani Menneg Perumahan Rakyat M Yusuf Anshari bekerjasama dengan REI Jatim. "Kemungkinan warga akan kami relokasi ke wilayah barat Sidoarjo atau lebih ke utara lagi," kata Bupati Sidoarjo Win Hendarso pada pers usai rakor penanganan semburan lumpur di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (10/8/2006). Hingga saat ini, jumlah warga yang terkena dampak langsung semburan lumpur panas mencapai 8.253 jiwa atau 2.117 KK. Mereka berasal dari lima desa di Kecamatan Porong dan Kecamatan Tanggul Angin, Sidoarjo. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menungkapkan dibutuhkan waktu 3 bulan lagi untuk menghentikan semburan lumpur bila skenario yang kini berjalan gagal. Caranya adalah mengebor miring pada jarak 500 meter dari titik sumur yang bocor. "Seluruh biaya akan ditanggung Lapindo," ujarnya. Meneg LH Rachmat Witoelar menambahkan, selama waktu tersebut akan dilakukan perluasan waduk penampungan lumpur hingga 242 hektar. Zat beracun dalam lumpur akan dinetralkan oleh tim ahli dari ITS, dan air yang tersisa dialirkan ke sungai atau laut. "Proses normalnya bisa sampai 9 bulan, tapi ini kita kebut tiga bulan," jelasnya.
(fay/)











































