KSAL: Situasi Laut Natuna Utara Tak Seperti yang Dibayangkan

ADVERTISEMENT

KSAL: Situasi Laut Natuna Utara Tak Seperti yang Dibayangkan

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 26 Jan 2023 11:28 WIB
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kondisi di Laut Natuna Utara tak dalam kondisi rawan. Menurutnya, situasi panas terjadi di luar wilayah Indonesia. (dok TNI AL)
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kondisi di Laut Natuna Utara tak dalam kondisi rawan. Menurutnya, situasi panas terjadi di luar wilayah Indonesia. (Dok. TNI AL)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kondisi di Laut Natuna Utara tidak dalam kondisi rawan. Dia menjelaskan kondisi yang terjadi di wilayah yang dulu disebutnya Laut China Selatan.

"Situasi Laut Natuna Utara, khususnya yang berada di ZEEI kita ini, tidak terlalu rawan seperti yang dibayangkan atau diberitakan," kata Laksamana M Ali dalam keterangannya, Kamis (26/1/2023).

Hal itu disampaikannya seusai upacara serah terima jabatan sejumlah jabatan strategis jajaran TNI AL di Lapangan Apel, Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), dan KRI Banda Aceh (BAC)- 593 yang sedang sandar di Dermaga Kolinlamil, Rabu (25/1).

Dia mengatakan situasi panas terjadi di Kepulauan Spratly yang berada di perbatasan negara China, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

"Sebetulnya situasi panas adalah yang dekat dengan perairan Kepulauan Spratly. Sedangkan di Laut Natuna Utara kendalanya adalah masalah penangkapan ikan ilegal oleh pihak asing," ujarnya.

Dia mengatakan sebagian besar penangkap kapal ikan ilegal tersebut berasal dari negara yang berbatasan dengan Indonesia. Namun, berkat diplomasi yang terus dilaksanakan, akhirnya TNI AL dengan negara tetangga tersebut mengadakan pertemuan dan berhasil mencapai kesepakatan dalam penanganan permasalahan penangkapan ikan ilegal tersebut.

TNI AL juga telah memberikan tindakan tegas terhadap kapal-kapal ikan ilegal asing yang memasuki batas landas kontinen dengan melaksanakan penangkapan terhadap kapal-kapal tersebut. Selanjutnya, kapal-kapal tersebut dibawa ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) seperti Natuna atau Ranai untuk diperiksa.

KSAL juga menyampaikan jumlah kehadiran kapal-kapal asing ilegal yang melakukan penangkapan ikan di wilayah Indonesia selama beberapa waktu belakangan ini turun dengan drastis. Menurutnya, kondisi itu juga terjadi karena hadirnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan pesawat udara TNI AL yang selalu melaksanakan patroli di wilayah perairan Natuna Utara.

Sertijab Pejabat TNI AL

KSAL memimpin upacara sertijab beberapa Pejabat TNI AL. Untuk upacara sertijab para komandan dan Pangkotama dilaksanakan di Lapangan Silam Mako Kolinlamil, sementara sertijab para pejabat utama Mabesal dilaksanakan di atas geladak KRI Banda Aceh-593.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kondisi di Laut Natuna Utara tak dalam kondisi rawan. Menurutnya, situasi panas terjadi di luar wilayah Indonesia. (dok TNI AL)KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kondisi di Laut Natuna Utara tak dalam kondisi rawan. Menurutnya, situasi panas terjadi di luar wilayah Indonesia. (Dok. TNI AL)

Simak daftar perwira tinggi (pati) TNI AL yang dirotasi di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT