Cerita Fahri Hamzah Didemo Ribuan Orang Bawa Parang gegara Pilkada DKI

ADVERTISEMENT

Cerita Fahri Hamzah Didemo Ribuan Orang Bawa Parang gegara Pilkada DKI

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 26 Jan 2023 07:37 WIB
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah bercerita pernah didemo oleh ribuan orang yang membawa parang hingga anak panah di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Fahri didemo gegara masalah Pilgub DKI Jakarta pada 2017.

"Anda bayangkan ya, gara-gara Pilkada DKI, saya pergi ke Minahasa, ke Manado, didemo oleh ribuan orang bawa parang, bawa anak panah," kata Fahri dalam diskusi Adu Perspektif kolaborasi detikcom dengan Total Politik dengan tema 'Politik Kekuasaan Desa', Rabu (25/1/2023) malam.

Fahri saat itu didemo kala mengisi acara di kantor Gubernur Sulawesi Utara. Untuk menghindari demo itu, Fahri dibawa oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui pintu belakang.

"Sampai saya dijemput sama Olly, 'Bro, kita lewat belakang' 'ada apa Pak Gub?' 'Bro didemo' saya lihat ke belakang kan, waduh ribuan orang bawa anak panah, bawa pisau, bawa pedang, saya bilang 'Saya nggak apa-apa, Bro, saya demonstran, boleh nggak saya bicara?' jangan kata dia," jelasnya.

Fahri menyebut pendemo datang hingga ke kantor Gubernur. Padahal Fahri mengaku tak ada hubungan dengan Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Akhirnya saya dibawa lari lewat belakang oleh Pak Gubernur Mas Olly, akhirnya saya bicara, saya diundang, saya bicara di kantor Gubernur tentang strategi pemberantasan korupsi waktu itu, demonstrannya datang ke kantor Gubernur. Ini Ibu Kota, ini nggak ada urusan saya sama pilkada, nggak ada urusannya," kata Fahri.

"Cuma saya terindentifikasi mungkin di situ mengkritik salah satu kandidat yang membuat kok daerah yang meradang, kan kita tahu ada beberapa daerah yang meradang. Sudahlah, ibu kota nggak bisa memikul lagi beban ini. Kuncinya hilangkan konflik dari ibu kota," lanjutnya.

Setelah mengisi acara di kantor Gubernur Sulut, Fahri kemudian dibawa oleh TNI Angkatan Udara. Fahri pun tak sempat bermalam di Manado karena insiden itu.

"Dibawa lagi lewat belakang oleh Angkatan Udara, dibawa lari naik pesawat, itu orang-orang sudah merangsek bawa parang, bawa panah. Saya bilang saya nggak ada masalah," tuturnya.

(lir/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT