Pembelaan Diri Istri Sambo Tepis Narasi Perempuan Tua Mengada-ada

ADVERTISEMENT

Pembelaan Diri Istri Sambo Tepis Narasi Perempuan Tua Mengada-ada

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Jan 2023 07:23 WIB
Istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, membacakan nota pembelaan atau pleidoi. Begini momennya.
Putri Candrawathi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Putri Candrawathi bercerita dia dianggap perempuan tua mengada-ada karena mengatakan mendapat pelecehan dari Brigadir N Yosua Hutabarat. Putri mengaku sempat berpikir dia lebih baik menutup rapat peristiwa yang dialaminya.

Hal itu disampaikan ketika Putri membacakan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023). Putri awalnya mengaku tidak habis pikir Yosua melakukan kekerasan seksual tepat pada hari pernikahannya dengan Sambo yang ke-22, yakni pada 7 Juli 2022.

"Yang lebih sulit saya terima, pelakunya adalah orang yang kami percaya, orang yang kami tempatkan sebagai bagian dari keluarga dan bahkan kami anggap anak seperti halnya seluruh anggota atau ajudan suami saya lainnya," kata Putri.

Bahkan, kata Putri, Yosua juga mengancam membunuhnya bila kekerasan seksual itu diketahui orang lain. Putri juga menyebut Yosua mengancam akan membunuh orang-orang yang dicintainya.

"Saya tidak mengerti, mengapa ini harus terjadi pada saya tepat di hari pernikahan kami yang ke-22. Yosua melakukan perbuatan keji terhadap saya. Dia melakukan kekerasan seksual, penganiayaan, dan mengancam bukan hanya bagi saya, tapi juga bagi orang-orang yang saya cintai jika ada orang yang lain mengetahui apa yang ia lakukan," kata Putri.

Putri mengaku saat itu ketakutan. Dia pun mengaku menderita dan menanggung malu berkepanjangan.

"Yang Mulia, saya takut. Sangat ketakutan saat itu. Saya sangat menderita dan menanggung malu berkepanjangan. Bukan hanya saya, tetapi juga seluruh anggota keluarga kami," ujarnya.

Dengan cerita pelecehan itu, kata Putri, dia pun mendapat tuduhan. Putri mengatakan disebut perempuan tua yang mengada-ada.

"Jika boleh memilih, rasanya mungkin lebih baik saya menutup rapat-rapat peristiwa yang saya alami tanggal 7 Juli 2022 itu, karena bila saya menyampaikan kembali peristiwa yang sangat menyakitkan tersebut, semakin menghidupkan trauma mendalam dan malu dalam diri saya," tuturnya.

"Sementara di berbagai media dan pemberitaan saya dituduh berdusta dan mendramatisir situasi. Tidak berhenti di situ saja, saya dituding sebagai perempuan tua yang mengada-ada. Semua kesalahan diarahkan kepada saya tanpa saya bisa melawan," ucapnya.

Putri mengatakan dia serbasalah di mata publik. Dia mengaku sudah berkata benar, namun dicap lain oleh publik.

"Ketika saya memilih untuk diam, publik mendesak saya untuk muncul dan bicara. Namun, ketika saya bicara, kembali muncul komentar dari para pengamat yang tidak pernah mengetahui kejadian sebenarnya namun berkomentar bahwa saya bukan korban kekerasan seksual, karena masih sanggup bicara. Apa pun yang saya lakukan menjadi salah di mata mereka," tuturnya.

Simak Video: Air Mata Putri Candrawathi di Sidang Pleidoi

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT