BNPB Bersiap Cegah Karhutla di 6 Provinsi, Ada Operasi Darat hingga Udara

ADVERTISEMENT

BNPB Bersiap Cegah Karhutla di 6 Provinsi, Ada Operasi Darat hingga Udara

Brigitta Belia - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 16:45 WIB
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan pemerintah sudah menyiapkan strategi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia mengatakan ada enam provinsi yang menjadi prioritas pencegahan karhutla.

"Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang kejadian yang lalu, ada enam provinsi prioritas ada tiga di Sumatera, yakni Riau, Sumsel, Jambi. Kemudian tiga di Kalimantan, yakni Kalbar, Kaltara, dan Kalsel," kata Suharyanto pada wartawan di gedung BNPB, Rabu (25/1/2023).

Dia mengatakan ada tiga langkah yang akan dilakukan BNPB jika terjadi karhutla. Dari operasi darat dan udara.

"Strateginya ada berbagai macam, pertama operasi darat ini sebelum titik api membesar sudah dipadamkan oleh TNI-Polri, pasukan LHK, yang sangat besar dan banyak," tuturnya.

"Kemudian pasukan udara didukung BNPB pakai heli, baik patroli atau water bombing, untuk siram pakai air campuran bahan kimia sehingga air segera padam," sambung Suharyanto.

Dia juga mengatakan ada modifikasi cuaca untuk mengantisipasi kebakaran hutan. Menurutnya, modifikasi cuaca juga dilakukan untuk mencegah banjir.

"Lalu ada teknologi modifikasi cuaca, kalau kemarin meliput mengendalikan hujan misal, ada ketika banjir tahun baru, hujan dialihkan. Untuk memberhentikan hujan juga bisa, ini untuk mendatangkan hujan supaya api yang muncul dengan hujan segera padam," ujarnya.

Mahfud Cek Persiapan Cegah Karhutla

Menko Polhukam Mahfud Md dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengecek persiapan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di BNPB. Mahfud mengatakan BNPB sudah memiliki teknologi canggih untuk memantau daerah rawan karhutla di seluruh Indonesia.

"Saya bersama Menteri LHK, ditemani dari Mabes Polri, TNI, dan beberapa deputi di Polhukam melakukan kunker ke kantor BNPB yang dipimpin Letjen TNI Suharyanto untuk mengecek antisipasi dan kesiapan ke setiap daerah rawan karhutla," kata Mahfud di Graha BNPB.

Mahfud mengatakan BNPB sudah siap jika tiba-tiba terjadi karhutla. Dia mengatakan BNPB bisa melakukan pengawasan secara real time di lokasi rawan karhutla.

"Kesiapan mereka baik dari organisasi, personel, dan teknologi yang disiapkan untuk menghadapi kemungkinan karhutla," ujarnya.

"Tadi saya sudah melihat satu tempat monitoring peristiwa secara real time di tempat rawan yang ada hutan terutama rawan karhutla, sudah tersedia dengan baik kalau mau tahu sekarang terjadi apa di hutan," lanjutnya.

Sementara itu, Siti Nurbaya mengatakan KLHK terus melakukan pengawasan terhadap kawasan rawan terjadi karhutla. Dia menjamin pemerintah akan melakukan tindakan tegas jika karhutla dipicu oleh pembakaran secara sengaja.

"Memang secara sporadis, parsial kita monitor, di Sumbar saya ikuti perkembangan, aparat sudah bekerja baik, Dandim, Polres sudah sangat bagus sehingga teratasi. Begitu ada hotspot, mereka kita beri warning dan cara-cara law enforcement itu ternyata yang paling baik, kalau terdeteksi di lahan swasta pasti kena," ujarnya.

(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT