Momen Bamsoet Ikut Simulasi Perang-Jadi Warga Kehormatan Marinir

ADVERTISEMENT

Momen Bamsoet Ikut Simulasi Perang-Jadi Warga Kehormatan Marinir

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 08:32 WIB
Ketua MPR Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) diangkat sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir. Di samping itu, ia juga menerima Brevet Kehormatan Anti Teror Aspek Laut dan Intai Para Amphibi Korps Marinir.

Diketahui, Bamsoet merupakan Warga Kehormatan Marinir ke-41 sekaligus menjadi Ketua MPR RI pertama yang menyandang gelar tersebut.

Adapun upacara penghargaan dengan rangkaian simulasi perang dilakukan di Pulau Damar, Kepulauan Seribu pada Selasa (24/1) kemarin. Upacara tersebut dipimpin oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebagai Inspektur Upacara dan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto sebagai Komandan Upacara.

"Sebuah kebanggaan sekaligus kehormatan mendapatkan penghargaan ini, yang bukanlah semata pengakuan atas integritas dan dedikasi dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Lebih dari itu, pengukuhan sebagai warga kehormatan ini juga menyiratkan amanah dan tanggung jawab, untuk mengimplementasikan jiwa korsa dan meneladani semangat pengabdian prajurit Korps Marinir, yang selalu siap berkorban jiwa dan raga demi keutuhan dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (25/1/2023).

Selain Bamsoet, sejumlah tokoh juga turut menerima penghargaan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir. Di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Prosesi upacara penghargaan diawali perjalanan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Parang 647 dari Markas Komando Lintas Laut Militer di kawasan Tanjung Priok Jakarta menuju KRI Banda Aceh 593 yang berada di tengah laut. Kemudian beralih menggunakan tank LVT 7 dari tengah laut menuju Pulau Damar, dengan melakukan simulasi perang Serbu Amphibi dan pertempuran jarak dekat di dalam hutan untuk mengambil alih Pulau Damar yang dikuasai musuh, serta dilakukan simulasi operasi serangan udara langsung (SUL).

Setelah mendapat briefing dari Komandan Detasemen Jalamengkara (Denjaka), Kolonel Mar Samson Sitohang, Bamsoet bersama pasukan Marinir masuk ke dalam kawasan hutan Pulau Damar. Ia pun turut menembakkan peluru tajam dan mengikuti simulasi peledakan detonator bom.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku bangga dengan kekuatan armada laut Indonesia. Dikatakannya TNI Angkatan Laut berada di peringkat keempat dalam daftar kekuatan armada laut dunia yang dirilis World Directory of Modern Military Warships.

Kendati demikian, Bamsoet mendorong agar ke depan peringkat tersebut bisa ditingkatkan, mengingat posisi Indonesia yang sangat strategis.

Dia menyebut Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau, dan memiliki garis pantai 99.083 Km, atau terpanjang ke-2 di dunia setelah Kanada. Selain itu, luas wilayah laut Indonesia juga menjadi terbesar ke-6 di dunia, setelah Perancis, Amerika Serikat, Australia, Rusia, Inggris.

"Kondisi tersebut meniscayakan bahwa Indonesia sangat membutuhkan armada laut yang kuat. Terdiri dari sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan militan, serta dukungan Alutsista yang tidak hanya memadai secara kuantitas, namun juga siap dioperasionalkan, serta tidak melupakan aspek modernisasi agar dapat menyesuaikan dengan kemajuan teknologi," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum FKPPI ini pun mengapresiasi kontribusi Korps Marinir yang tidak hanya diwujudkan sebagai Komando Utama Operasi TNI untuk menjaga pertahanan dan keamanan wilayah teritorial strategis. Melainkan juga sebagai Komando Utama Pembinaan TNI Angkatan Laut yang bertugas membina kekuatan dan potensi maritim menjadi kekuatan pertahanan keamanan matra laut yang disegani.

Bamsoet mengungkapkan berdasarkan catatan sejarah peran Korps Marinir selalu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial. Misalnya dalam penanggulangan dampak bencana alam melalui berbagai aksi sosial kemanusiaan, serta membantu operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue) pada berbagai insiden kecelakaan.

"Di kancah internasional, Korps Marinir juga membawa nama harum dan menjaga kewibawaan negara, dalam partisipasinya sebagai pasukan perdamaian dunia, untuk melaksanakan salah satu amanat Konstitusi, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," pungkas Bamsoet.

Selain penghargaan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir, Bamsoet juga sudah terlebih dahulu mendapatkan penghargaan serupa dari TNI dan Polri. Antara lain, Wing Kehormatan Penerbang Kelas 1 dari TNI-Angkatan Udara (2021), Warga Kehormatan Satuan Kapal Selam dari TNI-Angkatan Laut (2020), Warga Kehormatan Korps Brimob (2020), dan Warga Kehormatan Badan Intelijen Negara (BIN) (2020).

(ega/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT