Klaim Sambo Sesali Tewasnya Yosua tapi Minta Bebas dari Vonis Penjara

ADVERTISEMENT

Klaim Sambo Sesali Tewasnya Yosua tapi Minta Bebas dari Vonis Penjara

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 07:24 WIB
Jakarta -

Ferdy Sambo sempat menyesali perbuatannya yang menyebabkan Brigadir N Yosua Hutabarat meninggal dunia. Dia bahkan meminta maaf kepada keluarga Yosua, Presiden Joko Widodo (Jokowi), hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun, seperti bertolak belakang, kini Ferdy Sambo justru meminta majelis hakim membebaskannya.

Penyesalan Ferdy Sambo itu dikatakan saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang pembunuhan berencana terhadap Brigadir N Yosua Hutabarat. Kala itu, Sambo mengaku emosinya menutupi logika sehingga menyebabkan Yosua terbunuh.

"151 hari saya menjalani proses penahanan di Mako Brimob, saya merasa bersalah ya. Karena emosi menutup logika saya. Saya sampaikan rasa bersalah ini dan penyesalan ini," kata Sambo di PN Jaksel, Selasa (10/1/2023).

Sambo pun meminta maaf kepada keluarga Brigadir Yosua. Dia juga meminta maaf kepada terdakwa lain yang sudah dilibatkan langsung dalam penembakan Yosua.

"Karena emosi saya menyebabkan putra keluarga Yosua bisa meninggal dunia. Rasa penyesalan dan salah kedua saya sampaikan kepada Saudara Richard karena perintah 'hajar' kemudian dilakukan penembakan, itu saya akan bertanggung jawab dan saya merasa bersalah," kata Sambo.

Sambo juga meminta maaf kepada Kapolri karena buntut kasus tersebut citra Polri menjadi menurun. Selain itu, kepada ratusan polisi yang sudah terbawa dalam kisruh perkara yang ada. Tak hanya itu, Sambo bahkan meminta maaf kepada Presiden Jokowi.

"Penyesalan juga saya sampaikan ke Kapolri dan institusi Polri dan rekan sejawat yang sudah terlibat dalam cerita tidak benar yang saya sampaikan di Duren Tiga itu yang menyebabkan citra Polri turun dan rekan sejawat saya harus diproses hukum," jelasnya.

"Saya juga menyampaikan rasa bersalah dan penyesalan kepada bapak Presiden dan masyarakat Indonesia karena harus tersita perhatian dalam perkara ini karena kesalahan saya," lanjut dia.

Sambo mengaku menyesal karena ulahnya di kasus tersebut membuat anak-anaknya harus berjuang sendiri tanpa pendampingan kedua orang tua. Dia juga memohon kepada majelis hakim agar bisa mengadili kesalahannya dalam kasus tersebut secara objektif.

"Saya menyampaikan rasa bersalah dan penyesalan karena kasus saya ini yang kemudian menyebabkan istri dan anak anak harus mengalami. Istri saya harus ditahan ,dan anak anak saya harus sendiri mencapai cita-citanya. Saya bersalah, Yang Mulia, karena emosi saya menutup logika," jelasnya.

"Saya mohon, Yang Mulia, jaksa penuntut umum bisa menilai dengan bijak serta objektif terhadap kesalahan saya," pungkasnya.

Simak selengkapnya soal Ferdy Sambo minta dibebaskan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT