Pembelaan Diri Kuat Akui Bodoh dan Bingung Dituntut 8 Tahun Bui

ADVERTISEMENT

Pembelaan Diri Kuat Akui Bodoh dan Bingung Dituntut 8 Tahun Bui

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 24 Jan 2023 21:14 WIB
Kuat Maruf, membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Sidang digelar di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1).
Kuat Ma'ruf (Foto: Grandyos Zafna-detikcom)
Jakarta -

Sopir mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf, membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Kuat mengaku dirinya bodoh dan bingung dituntut 8 tahun penjara dalam kasus ini.

Kuat awalnya mengatakan dirinya bodoh hingga dimanfaatkan penyidik untuk mengikuti sebagian berita acara pemeriksaan (BAP) Bharada Richard Eliezer. Dia mengaku tak mengerti dengan semua proses persidangan.

"Saya akui, Yang Mulia, saya ini bodoh. Saya dengan mudah dimanfaatkan oleh penyidik untuk mengikuti sebagian BAP dari Richard. Saya merasa bingung dan tidak mengerti dengan semua proses persidangan," ujar Kuat di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Kuat mengaku dirinya mencoba mengikuti proses persidangan meski tidak mengerti. Dia mengklaim tidak tahu mengapa didakwa dan dituntut dalam kasus pembunuhan Yosua.

"Saya tetap berusaha menjalankan proses persidangan sebagaimana seharusnya walaupun saat ini saya tidak tahu salah saya apa dan saya tidak mengerti kenapa saya dituduh ikut dalam perencanaan pembunuhan almarhum Yosua. Demi Allah saya bukan orang sadis, tega, dan tidak punya hati untuk ikut membunuh orang, apalagi orang yang saya kenal baik dan pernah menolong saya," ujar Kuat.

Curhat Dituduh Selingkuh dengan Putri

Kuat Ma'ruf juga mengaku tidak mengetahui apa pun terkait rencana pembunuhan Brigadir Yosua. Kuat mengatakan isi dakwaan dan tuntutan jaksa cuma tuduhan.

"Saya juga dianggap bersekongkol dengan Bapak Ferdy Sambo. Namun, berdasarkan hasil persidangan, tidak ada satu pun saksi maupun video rekaman atau bukti lainnya yang menyatakan kalau saya bertemu dengan Bapak Ferdy Sambo di Saguling, dan tuduhan berikutnya saya dianggap ikut merencanakan pembunuhan kepada Yosua karena tindakan saya menutup pintu dan menyalakan lampu yang sudah menjadi rutinitas saya sebagai ART. Jadi kapan saya ikut merencanakan pembunuhan Yosua?" ujar Kuat.

Kuat kemudian mengaku mendapat banyak tuduhan usai dirinya menjadi tersangka. Kuat menyebut tuduhan yang dia tidak bisa terima adalah disebut ikut merencanakan pembunuhan Yosua hingga dituduh selingkuh dengan istri Sambo, Putri Candrawathi.

"Saya sudah ditahan kurang lebih 5 bulan dan selama itu saya sudah dituduh sebagai orang yang ikut merencanakan pembunuhan Yosua, dan bahkan yang lebih parah di media sosial saya dituduh selingkuh dengan Ibu Putri," kata Kuat.

Kuat pun bingung dengan tuduhan tersebut. Dia mengatakan kasus Yosua memberi dampak pada istri dan anaknya.

"Saya sangat bingung dan tidak percaya atas kejadian ini karena, bagaimanapun, saya punya anak dan istri yang pastinya berdampak pada mereka, dan di satu sisi Yosua juga baik kepada saya, bahkan saat saya 2 tahun tidak bekerja lagi dengan Ferdy Sambo, Yosua pernah membantu dengan rezekinya karena saat itu anak saya belum bayar sekolah," ucap Kuat.

Simak juga video 'Curhat Sambo Dituding 'Penjahat Terbesar Sepanjang Sejarah Manusia'':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT