Bamsoet Minta Pemerintah Fokus dan Inovatif Bikin Lumbung Pangan

ADVERTISEMENT

Bamsoet Minta Pemerintah Fokus dan Inovatif Bikin Lumbung Pangan

Danica Adhitiawarman - detikNews
Rabu, 18 Jan 2023 18:57 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan food estate atau lumbung pangan yang inovatif harus menjadi fokus pemerintah. Hal ini sebagai respons dan antisipasi terhadap perubahan pola musim yang memberi dampak nyata pada sektor pertanian tanaman pangan.

Perubahan pola musim membuat intensitas bencana hidrometeorologis cenderung meningkat. Akibatnya, sering terjadi angin kencang, angin puting beliung, banjir, hingga curah hujan yang tinggi di berbagai wilayah.

"Sudah barang tentu perubahan itu menghadirkan masalah serius pada sektor pertanian tanaman pangan. Wujud nyata permasalahannya sudah terlihat pada rangkaian kasus gagal panen sejumlah komoditas tanaman pangan dalam beberapa tahun terakhir ini," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (18/1/2023).

Hal itu disampaikannya usai bertemu Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi di Jakarta.

Bamsoet menerangkan inisiatif food estate, sebagai antisipasi terhadap gangguan ketahanan pangan, sudah dimunculkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020-2024 oleh Presiden Joko Widodo. Bahkan, program food estate telah ditetapkan sebagai Program Strategis Nasional (PSN).

"Untuk periode 2021-2023, sudah ditetapkan pembagian tugas lintas sektor. Kementerian Pertanian berperan menyediakan sarana produksi dan pengawalan budidaya, Kementerian PUPR berperan merehabilitasi dan meningkatkan jaringan irigasi, Kemendes PDTT bertugas merevitalisasi lahan transmigrasi eksisting, Kementerian LHK melakukan konservasi dan rehabilitasi lahan gambut, dan Kementerian BUMN bertugas mewujudkan korporasi, merancang desain dan tata ruang (RDRT), validasi tanah hingga sertifikasi," jelasnya.

Selain itu, program food estate sudah dikembangkan di sejumlah daerah, antara lain Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Timur, serta Jawa Tengah.

Sejumlah komoditas prioritas yang dikembangkan dalam program tersebut, meliputi padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, sorgum, buah-buahan, sayur-sayuran, sagu, kelapa sawit, tebu, dan ternak sapi atau ayam.

"Upaya mewujudkan food estate yang sudah dimulai di sejumlah daerah patut diapresiasi. Namun, karena tantangan pada dekade-dekade mendatang, diasumsikan lebih berat akibat perubahan pola musim," ucapnya.

"Pemerintah harus lebih bersungguh-sungguh dan bekerja lebih keras mewujudkan food estate. Dengan jumlah penduduk yang saat ini lebih dari 275 juta jiwa, ketahanan dan kecukupan bahan pangan harus menjadi prioritas," pungkasnya.

Lihat juga video 'Bamsoet Minta Sistem Demokrasi RI Dievaluasi':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT