Polisi: Pelaku Penyiraman Air Keras ke Pria di Jakut Berjumlah 2 Orang

ADVERTISEMENT

Polisi: Pelaku Penyiraman Air Keras ke Pria di Jakut Berjumlah 2 Orang

Wildan Noviansah - detikNews
Sabtu, 14 Jan 2023 13:05 WIB
Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Seorang pria berinisial J (35) disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Polisi menyebut pelaku penyiraman berjumlah dua orang.

"Dua orang pelaku. (Jenis kelamin) laki-laki," kata Kapolsek Tanjung Priok Kompol M Yamin saat dihubungi, Sabtu (14/1/2023).

Hal tersebut diketahui setelah polisi memeriksa CCTV yang ada di lokasi. Kendati demikian, pihak kepolisian belum mengetahui identitas keduanya.

"Belum ada petunjuk tentang pelaku," ujarnya.

Yamin mengatakan, saat ini polisi masih memburu kedua pelaku tersebut. Polisi menyisir sekitar tempat kerja dan kediaman korban.

"Masih penyelidikan seputaran tempat kerja dan rumah korban," imbuhnya.

Kasus ini juga tengah viral di media sosial. Sebuah video yang memperlihatkan pria nyebur ke got. Korban dinarasikan telah menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.

Dalam video yang beredar, terlihat pria itu telanjang dada berlumuran lumpur setelah menceburkan diri ke got. Kaus yang dipakai korban terlihat berasap.


Diduga Masalah Persaingan Dagang

Putri korban, Septiani Dewi, mengungkapkan ibunya, S (40), juga mengalami luka akibat lemparan air keras. Kulit ibunya sampai melepuh.

"Mama kandung saya terpapar air keras setelah membawa tas bapak tiri saya. Jadi ikut melepuh juga," kata Septi kepada detikcom, Jumat (13/1).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/1) siang di daerah Volker, Jl RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakut. Korban disiram saat melintas di lokasi tersebut.

Saat ini kedua korban masih dirawat di rumah sakit (RS) setempat. Dia mengatakan kedua orang tuanya dalam kondisi sadar.

Septi mengatakan peristiwa penyiraman air keras itu terjadi saat orang tuanya selesai berdagang. Dia mengatakan malam sebelumnya, sebelum terjadi penyiraman air keras, orang tuanya sempat cekcok terkait masalah dagang.

"Ini tuh gara-gara dagangan nasi. Berantem gara-gara nasi bapak saya sudah laku habis, nah temen yang lain belum pada habis," kata dia.

Keesokan harinya, terjadi peristiwa penyiraman air keras. Dia menduga keributan soal dagang itu terkait dengan peristiwa penyiraman air keras.

Simak juga 'Momen WN Timteng yang Siram Istri Siri Air Keras Diciduk di Soetta':

[Gambas:Video 20detik]




(wnv/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT