Selamatkan Ribuan Naskah Kuno, Palembang Butuh Museum

Selamatkan Ribuan Naskah Kuno, Palembang Butuh Museum

- detikNews
Senin, 07 Agu 2006 19:41 WIB
Palembang - Peninggalan sejarah, terutama naskah-naskah kuno, di masa Kerajaan Islam Palembang maupun Kesultanan Palembang Darussalam, ternyata masih tersebar di masyarakat. Bila tidak diselamatkan, naskah yang diperkirakan jumlahnya ribuan itu akan musnah. Untuk menyelamatkannya, Palembang membutuhkan museum naskah. "Buku atau naskah itu kini berada di tangan masyarakat. Bila kita ini menarik dan menyelamatkannya, kita harus punya tempat yang menjamin keamanan maupun kualitas buku. Tempat yang paling aman, yakni museum khusus naskah," kata Latifah, peneliti sastra dan naskah kuno dari Universitas Sriwijaya, di gedung Dewan Kesenian Sumatera Selatan, Palembang, Senin (7/8/2006). Menurut Latifah, mengamankan naskah-naskah kuno itu di museum yang sudah ada, dikhawatirkan perawatannya tidak terjamin. "Naskah atau buku kuno membutuhkan suhu yang sejuk dan stabil," kata dia. Memang, saat ini ada dua museum di Palembang yakni Museum Balaputra Dewa yang dikelola Pemerintah Palembang dan yang dikelola Dirjen Kebudayaan. Namun, melihat keberadaan kedua museum itu, kata Latifah, tampaknya naskah-naskah kuno harus dimuseumkan secara khusus. "Apalagi Sumsel kan mencanangkan Visit Musi Year 2008, naskah-naskah kuno ini dapat dijadikan daya tarik wisata ke Palembang. Katakanlah, pembuatan museum ini sebuah investasi untuk pengembangan wisata di Palembang," katanya. Disinggung Latifah, naskah-naskah kuno sebagian besar merupakan buku-buku ilmu pengetahuan, sastra, hukum, yang beranjak dari pemikiran agama Islam. "Palembang kan pernah menjadi pusat sastra Islam pada abad ke-18," ujar dia. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads