Kalla Usul Pilkada Gabung Pilpres
Sabtu, 05 Agu 2006 13:07 WIB
Jakarta - Demi penghematan waktu dan biaya, Wapres Jusuf Kalla mengusulkan pilkada digabung saja dengan pilpres."Pilkada di Indonesia meski diakui demokratis oleh dunia, tapi tidak efisien dan efektif. Kalau bisa disatukan saja pilkada dengan pilpres misalnya," usul Kalla.Hal ini disampaikan dia saat membuka acara seminar nasional "Mencari format baru sistem pilkada yang demokratis dan efisien" di Hotel Nikko, Jakarta, Sabtu (5/8/2006).Soal efisiensi, Kalla menyoroti biaya penyelenggaraan 480 pilkada di Indonesia. Misalnya, hampir tiap bulan ada pilkada, setiap pilkada baik di daerah tingkat I dan II menghabiskan uang yang cukup banyak minimal 1 calon harus menyediakan uang Rp 5 miliar."Apabila sepasang calon Rp 10 miliar dikali 480 pilkada di Indonesia, bisa dibayangkan betapa borosnya biaya pilkada," urai Kalla.Mengenai efektivitas waktu, Kalla menuturkan, apabila 1 pilkada membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terlaksana, maka 5 tahun tidak cukup untuk menyelesaikan 480 agenda pilkada."Belum lagi kalau hasilnya dipersengketakan oleh setiap calon. Jadi esensi demokrasi itu bukan hanya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, tapi proses pelaksanaannya juga harus efisien dan efektif," tandas Kalla."Jadi biar KPUD satu kali kerja, satu kali bikin tenda, satu kali bikin undangan, satu kali bikin tanda pendaftaran. Paling-paling yang komentar adalah para bupati dan gubernur," seloroh Kalla.Kalla juga berguyon soal banyaknya pengusaha yang jadi politikus sekarang ini. "Misalnya saja sebagian besar gubernur di Sumatera itu adalah pengusaha. Bahkan sekarang dokter pun sudah pintar bicara tentang politik, tapi tidak seorang politikus pun yang pintar bicara soal kedokteran," ujarnya disambut gelak tawa hadirin.
(sss/)











































