3 Anggota DPR Terbang ke Palestina dan Libanon 15 Agustus
Jumat, 04 Agu 2006 19:33 WIB
Jakarta - Sedikitnya tiga anggota DPR akan ikut dalam misi kemanusiaan ke Palestina dan Libanon. Mereka tergabung dalam misi kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Mereka akan meninggalkan Jakarta pada 15 Agustus 2006. KNRP akan memberangkatkan sejumlah relawan kemanusiaan ke Palestina dan Libanon untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan dari umat Islam Indonesia yang dikumpulkan oleh sejumlah lembaga. Antara lain, Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU), Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Rumah Zakat, serta dana yang terkumpul dari aksi 'One Man One Dollar to Save Palestina' yang digalang Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tiga anggota DPR yang ikut dalam tim relawan ini adalah Suryama Majana Sastra (Komisi II), Hilman Rosyad Syihab (Komisi I), dan Lutfi Hassan Ishaq (Komisi XI). Ketiganya yang merupakan anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini akan melihat secara langsung dari dekat kerusakan yang ditimbulkan oleh kekejaman zionis Israel terhadap masyarakat dan infrastruktur strategis di Palestina dan Libanon. Sekretaris KNRP Budiyanto dalam rilisnya yang diterima detikcom menyatakan, selain mengirim bantuan obat-obatan dan makanan, KNRP juga akan mengirimkan tim medis untuk membantu pengungsi dari kedua negara tersebut. "Selain mengirim bantuan dana, obat-obatan, dan makanan, kami juga membawa tim medis dalam rombongan," terang Budiyanto di Jakarta, Jumat (4/8/2006).Budiyanto menyatakan, sejatinya sebagian kecil bantuan sudah diberikan secara langsung kepada masyarakat Palestina melalui Menteri Luar Negeri Negeri Palestina Mahmoud Al Zahar ketika berkunjung ke Indonesia Mei lalu. Sulitnya menyalurkan bantuan dana untuk membeli obat-obatan dan makanan bagi penduduk Palestina, karena adanya pemboikotan transaksi via bank dari dan ke Palestina, maka KNRT memutuskan untuk memberikan sumbangan masyarakat Indonesia itu secara langsung. Sementara itu Hilman Rosyad, yang kini tengah berada di Kuala Lumpur, Malaysia, mengikuti sidang darurat negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyatakan, pihaknya merasa perlu datang secara langsung ke Palestina dan Libanon untuk menunjukkan kepedulian yang begitu besar dari masyarakat Indonesia terhadap penderitaan yang dialami oleh masyarakat Palestina dan Libanon. "Hasil pemantauan secara langsung itu nantinya akan kami sampaikan kepada pihak-pihak terkait di Indonesia, baik pemerintah maupun parlemen agar dapat dijadikan masukan dalam pengambilan keputusan pemerintah terhadap krisis di Timur-Tengah," imbuh Hilman.Hilman berharap, pemerintah Indonesia dapat bersikap tegas dengan menekan AS agar mau memaksa Israel untuk menghentikan aksi brutal yang dilakukan terhadap rakyat Palestina dan Libanon. "Ancaman untuk memboikot produk-produk AS dan Israel, kalau terpaksa bisa ditempuh untuk memaksa penghentian segala bentuk serangan ke Palestina dan Libanon," tandas dia.Kepada negara-negara OKI yang kini tengah bersidang di Kuala Lumpur, Hilman juga berharap dapat mengambil langkah-langkah taktis dan strategis untuk menghentikan serangan membabi buta Zionis Israel. "Saatnya OKI menunjukkan solidaritas dan pengaruhnya untuk menolong bangsa Palestina dan Libanon," katanya lagi.KNRT merupakan komite bersama yang terdiri atas sejumlah anggota dewan lintas fraksi, tokoh nasional di bidang agama, pendidikan, dan juga sejumlah lembaga kemanusiaan. Misi KNRT adalah membantu perjuangan rakyat dan bangsa Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya melalui jalur diplomasi. Sejumlah tokoh yang menjadi anggota dan pengurus KNRP, antara lain Permadi, Marissa Haque, Suripto, dan M. Andi Ghalib.
(asy/)











































