RI Tolak Pengiriman Multinational Force ke Libanon
Jumat, 04 Agu 2006 14:09 WIB
Jakarta - Indonesia tidak akan mengirim pasukan TNI ke Libanon dalam bentuk multinational force. Personel TNI hanya akan diberangkatkan dalam bentuk peace keeping force.Demikian ditegaskan juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Desra Percaya kepada wartawan di kantornya, Jl Pejambon Raya, Jakarta, Jumat (4/8/2006)."Indonesia tidak memiliki tradisi mengirim pasukan dalam bentuk itu (multinational force)," kata Desra.Desra menjelaskan, pengiriman pasukan dalam bentuk multinational force memiliki dampak yang buruk bagi Indonesia. Pengiriman pasukan dalam bentuk itu mengharuskan Indonesia terlibat dalam konflik yang terjadi. Sebagai contoh, Desra menyebut konflik yang terjadi di Irak dan Afghanistan. Saat itu pasukan multinasional di bawah komando AS menggempur pasukan Irak dan Taliban. Jika ini dilakukan Indonesia, akan menyinggung perasaan negara-negara Islam lainnya."Jika dalam bentuk peace keeping force, kita hanya melakukan monitoring perdamaian dan tidak terlibat dalam konflik, seperti pelucutan senjata hanya kepada salah satu pihak," jelas Desra.Seperti diketahui, Israel menginginkan PBB segera mengirimkan pasukan multinasional. Pasukan ini diharapkan segera melucuti senjata pasukan Hizbullah di Libanon.Masih AlotDesra juga menjelaskan, PBB belum memutuskan bentuk pasukan yang akan dikirim. Perundingan yang berlangsung di DK PBB berjalan alot.Indonesia dan negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) sepakat agar PBB mengirimkan pasukan dalam bentuk peace keeping force. Indonesia juga mendesak PBB segera mengeluarkan resolusi gencatan senjata tanpa syarat. "Tapi kita juga harus menghormati resolusi DK PBB No 1559, yakni menghormati integritas wilayah dan politik independen Libanon," tutur Desra.
(djo/)











































