LAPAN Bandung: Kaitan Awan Aneh dengan Gempa Spekulatif
Rabu, 02 Agu 2006 15:25 WIB
Jakarta -
Kaitan awan aneh dengan gempa dinilai peneliti senior Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Bandung Dr Thomas Djamaluddin, masih spekulatif. Karena itu, hal ini tidak bisa dijadikan dasar analisis ilmiah. Pengamatan penemu awan gempa, Zhonghau Shou, juga belum didukung penelitian ilmiah. Hal ini disampaikan Dr Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Rabu (2/8/2006) menanggapi munculnya pemberitaan awan aneh pada Selasa (1/8/2006) kemarin. Dalam berita sebelumnya, awan aneh ini sempat terlihat di Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bandung. "Sebenarnya kaitan awan aneh yang memanjang dengan gempa masih bersifat spekulatif, sehingga tidak dapat dijadikan dasar analisis ilmiah," kata Djamaluddin. Prakiraan yang dilakukan Zhonghau Shou di situs http://quake.exit.com, menurut Djamaludin, hanya memperkirakan dari data foto satelit. Awan yang terlihat pada foto satelit skalanya jauh lebih besar dari awan yang dilaporkan dan difoto di Jakarta yang tampaknya tidak jauh berbeda dengan awan bekas pesawat. Lagi pula, menurut Djamaludin, prakiraan Zhonghau Shou pun belum ada dukungan hasil penelitian ilmiahnya. Juga hipotesis kaitan awan dan gempa dari uap air yang keluar dari retakan Bumi, tidak menjelaskan bagaimana terbentuknya awan aneh tersebut dengan memperhitungkan kemungkinan gangguan angin yang membuyarkan uap air tersebut."Saya berpendapat, dari sudut pandang kriteria analisis ilmiah, kajian kaitan awan aneh dan gempa masih bersifat spekulatif. Jadi, ketidakpastiannya masih sangat besar dan belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Karenanya informasi tentang awan aneh semestinya tidak perlu sampai meresahkan masyarakat," kata dia.Awan Aneh di BandungMengenai kesaksian awan aneh yang terlihat di Bandung oleh Kadarsah (Peneliti magang di LAPAN Bandung, bukan peneliti tetap) dan spekulasi kemungkinan kaitannya dengan kemungkinan gempa perlu diklarifikasi. Karena ternyata ada laporan kesaksian lainnya dan ada warga yang sempat resah dengan kemungkinan terjadinya gempa.Rabu (2/8/2006) pagi, menurut Djamaluddin, LAPAN Bandung menerima beberapa telepon dari warga Bandung dan wartawan setelah mendapat informasi tentang berita awan aneh yang dikaitkan dengan kemungkinan gempa. Ada yang mengklarifikasi dan ada yang bernada khawatir akan terjadinya gempa. Bahkan, ada dua warga Bandung (salah satunya karyawan lapangan PTDI, dekat kantor LAPAN) yang mengklarifikasi bahwa awan aneh yang terlihat Selasa pagi dari Kantor LAPAN sebenarnya adalah awan dari pesawat jet. Kedua orang tersebut menyatakan melihat langsung pesawatnya yang memunculkan awan aneh tersebut.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































