Mahasiswa UIN Bakar Ban di Depan Rumah Rektor
Rabu, 02 Agu 2006 14:54 WIB
Makassar - Tak puas dengan kebijakan rektorat, sekitar 50 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah fakultas yang ada di Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar mendatangi rumah jabatan rektor UIN, Ashar Arsyad. Mereka pun membakar ban bekas di depan pintu pagar. Rumah jabatan Ashar berada di dalam kompleks universitas, tepatnya di bagian belakang kampus. Tak heran jika mahasiswa yang protes mudah untuk mendatangi rumah rektor. Para mahasiswa ini berang lantaran rektorat mengeluarkan kebijakan untuk menghapuskan prosesi penerimaan mahasiswa baru di UIN. "Kami sepakat tidak ada ospek. Makanya kami menawarkan konsep baru. Yaitu pencerahan kalbu. Tapi ternyata, konsep kami tidak diterima. Dan prosesi ditiadakan. Padahal awalnya, mereka telah berjanji untuk menerima konsep dari kami," ujar Syamsuddin, salah seorang mahasiswa. Mahasiswa dari sejumlah BEM ini mendatangi rumah rektor sekitar pukul 10.00 Wita. Di depan rumah rektor, mereka berganti melakukan orasi. Pun, seakan sudah menjadi 'tradisi' mahasiswa Makassar, ban bekas pun dibakar tak jauh dari pintu pagar si rektor. Kepulan asap tebal, masuk hingga teras rumah. Satpam yang berjaga tak bisa berbuat banyak, hanya geleng-geleng kepala. Aksi ini akhirnya berakhir pukul 12.00 Wita. Namun, para mahasiswa mengancam jikalau tuntutan mereka tidak dipenuhi, maka mereka akan kembali datang, dengan massa yang lebih banyak.
(nrl/)











































