Gempa Yogya Bikin Pedagang Pasar Siluk Berlarian
Rabu, 02 Agu 2006 14:41 WIB
Bantul - Gempa berkekuatan 3,1 skala Richter yang mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada pukul 11.01.51 WIB tadi membuat beberapa pedagang dan warga di Pasar Siluk, Desa Selopamiro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, ketakutan. Beberapa pedagang berlari keluar pasar karena melihat atap pasar berbunyi gemeretak dan bergoyang.Hal itu diungkapkan oleh Ny Asih (55), seorang pembeli yang ditemui detikcom di pasar Imogiri, Rabu (2/8/2006). "Tadinya saya belum tahu, tapi setelah ada pedagang pakaian yang ada di pinggir jalan berteriak 'lindu, lindu,' saya ikut lari keluar," katanya.Ketika ada gempa, dirinya bersama beberapa orang langsung lari menuju jalan yang ada di depan pasar. Waktu gempa, atap pasar dan kios milik pedagang yang ada di pinggir jalan yang terbuat dari kayu sempat menimbulkan bunyi gemeretak dan diikuti guncangan dari dalam tanah. "Tidak lama kejadiannya, tapi buat hati tom-tomen (trauma)," kata Asih yang bertempat tinggal di Desa Selopamioro Imogiri yang juga menjadi korban gempa itu. Menurut dia, saat terjadi gempa kecil dirinya sedang membeli sayur-sayuran dan beberapa bumbu dapur untuk keperluan sehari-hari. Suasana pasar saat itu agak lengang dan tidak ramai pedagang maupun pembeli karena bukan hari pasaran. "Untung tidak pas pasaran, kalau hari pasaran bisa kacau seperti dulu (27 Mei), karena banyak bangunan rumah di dekat pasar sini yang roboh," katanya.Sementara itu menurut Riyatno (40), salah seorang warga Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, yang bekerja sebagai sopir angkudes jurusan Yogya-Imogiri-Panggang di simpang Siluk secara terpisah menuturkan, saat terjadi gempa dirinya mengaku tidak terasa sama sekali karena sedang menjalankan kendaraannya dari Imogiri menuju Siluk. Namun ketika tiba di sebelah timur jembatan Siluk untuk ngetem menunggu penumpang beberapa penumpang dan sopir angkudes lainnya mengatakan baru saja ada gempa."Saya tak tahu kalau tadi ada lindu, baru tahu setelah turun mau ke warung dan diberitahu teman kernet," katanya.
(nrl/)











































