Pertumpahan Darah di Libanon, Iran Kecam PBB
Rabu, 02 Agu 2006 09:44 WIB
Beirut - Pemerintah Iran mengecam keras Dewan Keamanan PBB karena gagal menghentikan konflik antara Israel dan Hizbullah. Iran juga menuding AS bermitra dengan Israel dalam kejahatan brutal terhadap warga sipil Libanon.Kecaman itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (2/8/2006)."Dewan Keamanan PBB telah membuktikan ketidakberdayaan dan ketidakefektifannya selama agresi Israel ini," cetus Mottaki.Pernyataan itu disampaikan Mottaki dalam lawatannya ke Beirut, Libanon. Ini merupakan kunjungan pertama oleh pejabat pemerintah Iran ke Libanon sejak meletusnya pertempuran antara Israel dan gerilyawan Hizbullah.Sejauh ini PBB memang belum melakukan tindakan signifikan untuk menghentikan pertumpahan darah di Libanon akibat gempuran Israel. Badan dunia itu bahkan belum lama ini gagal mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata di Libanon.AS selaku negara pemilik hak veto di Dewan Keamanan PBB, jelas-jelas menunjukkan dukungannya atas aksi militer Israel. Meski mendesak Israel untuk menghindari jatuhnya korban sipil, namun Presiden AS George W Bush tetap mendukung serangan Israel terhadap gerilyawan Hizbullah.
(ita/)











































