"Belum tentu senpi juga. Sekarang kan banyak korek api yang dijual seperti senpi. Jadi belum tentu. Karena di bawah ancaman dan langsung diikat, petugas jaga tidak bisa melihat dengan jelas. Mata dan mulut ditutup," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono kepada wartawan, dilansir detikJatim, Senin (12/12/2022).
"Iya (ponselnya) diambil. Di dalam tas, dengan tasnya diambil," tambahnya.
Ponsel itu sebelumnya disimpan di dalam tas milik Wali Kota Blitar. Argo menyatakan hanya satu ponsel yang diambil oleh pelaku.
Selain ponsel, Argo mengatakan, perampok mengambil uang tunai Santoso yang juga ditaruh di dalam tas.
Argo menjelaskan, Wali Kota Blitar bersama istrinya sempat mengalami ancaman verbal dan nonverbal. Perampok mengancam Santoso dengan senjata tajam.
Baca selengkapnya di sini. (aud/idh)











































