Komnas HAM Akan Rapat Paripurna untuk Tetapkan Gagal Ginjal Akut Jadi KLB

ADVERTISEMENT

Komnas HAM Akan Rapat Paripurna untuk Tetapkan Gagal Ginjal Akut Jadi KLB

Brigitta Belia - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 18:44 WIB
Anggota Komnas HAM Putu Elvina
Komisioner Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Putu Elvina (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Keluarga pasien gagal ginjal akut mendesak Komnas HAM agar kasus tersebut ditetapkan menjadi kejadian luar biasa (KLB). Menanggapi hal itu, Komnas HAM akan mengadakan rapat paripurna.

"Iya rencananya seperti itu. Artinya rekomendasi kita, pada saat paripurna yang nantinya kita mintakan ke pemerintah untuk menetapkan sebagai KLB. Karena korbannya tidak hanya 1 tapi ratusan. Dan belum tentu juga, Mungkin nanti akan ada korban korban yang lain," kata Komisioner Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Putu Elvina kepada wartawan di gedung Komnas HAM, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Ia mengatakan rapat akan dilaksanakan secepatnya dan akan membentuk tim ad hoc untuk menangani kasus tersebut.

"Kita akan membentuk tim ad hoc nanti, tapi kita sampaikan dulu di paripurna. Rapat juga akan dilakukan sesegera mungkin ya karena ini beberapa kasus kan harus ditindaklanjuti secara cepat. Kita tidak bisa membiarkan korban terus bertambah," tuturnya.

Sebelumnya, keluarga pasien gagal ginjal akut progresif atipikal (GGP) melaporkan Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan industri farmasi ke Komnas HAM. Mereka mendesak agar kasus tersebut ditetapkan menjadi kejadian luar biasa (KLB).

"Desakan untuk menetapkan kejadian ini sebagai kejadian luar biasa di mana sudah memenuhi syarat peraturan Menkes itu juga diabaikan sampai sekarang," kata Kuasa Hukum dan Koordinator Advokasi Untuk Kemanusiaan, Awan Puryadi.

Awan mengatakan pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengabaikan dan tidak membantu para korban kasus gagal ginjal akut.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT