Anak Meninggal Gagal Ginjal Usai Minum Obat Sirup, Ortu Lapor Polda Metro

ADVERTISEMENT

Anak Meninggal Gagal Ginjal Usai Minum Obat Sirup, Ortu Lapor Polda Metro

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 20:51 WIB
Orang Tua Korban Gagal Ginjal ke Polda Metro Jaya
Orang Tua Korban Gagal Ginjal ke Polda Metro Jaya (Rizky/detikcom)
Jakarta -

Seorang anak perempuan, F (7), meninggal dunia diduga akibat gagal ginjal setelah mengkonsumsi obat parasetamol sirup. Orang tua korban, Mohamad Ripai, melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya.

"Saya selaku kuasa hukum Pak Ripai sudah berhasil membuat laporan di Polda Metro Jaya terkait dengan kematian dari anaknya. Yang kami laporkan hari ini adalah terkait dengan kelalaian yang menyebabkan kematian, sebagaimana ketentuan Pasal 359 KUHP," kata pengacara Ripai, Christma Celi Manafe, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Untuk terlapornya sendiri, dia mengatakan masih dalam penyelidikan. Laporan tersebut tertuang dalam Nomor LP/B/6265/XII/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Chritsma menjelaskan, mulanya pada hari Kamis (1/9) anak dari Ripai menderita penyakit kulit selulitis. Kemudian dia berobat ke salah satu klinik di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut).

"Kemudian di sana dikasih obat paracetamol sirup produksi PT AF, antibiotik, dan obat salep," ungkapnya.

Setelah tiga sampai empat hari mengkonsumsi obat-obatan tersebut, korban mengalami sakit perut dan muntah-muntah. Kemudian korban dibawa ke salah satu klinik untuk penanganan lebih lanjut.

"Hasil dari pemeriksaan dokter tetap dengan sakit kulit selulitis itu," ujarnya.

Kemudian korban dirujuk ke Rumah Sakit Pekerja. Keesokan harinya, korban dinyatakan terkena gagal ginjal akut.

Orang tua korban, Ripai, kemudian membawa anaknya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Di sana, korban mendapatkan sejumlah perawatan medis.

"Di RSCM itu langsung pemasangan selang ventilator, terus dibawa ke ruang picu, dilakukan tindakan operasi pemasangan selang untuk cuci darah. Selama sepekan di RSCM, anak saya dinyatakan meninggal," kata Ripai.

"Kita biar nyari keadilan biar ada yang tanggung jawab atas kematian anak-anak Indonesia yang penyakitnya sama kayak anak saya. Biar tidak ada korban berikutnya," harapnya.

Lihat juga Video: Menkes: Biaya Pasien Gagal Ginjal Akut Ditanggung Pemerintah

[Gambas:Video 20detik]




(rdh/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT