Kuasa Hukum Arif Rachman Pertanyakan Sikap Jaksa soal Barbuk Isi Plastik

ADVERTISEMENT

Kuasa Hukum Arif Rachman Pertanyakan Sikap Jaksa soal Barbuk Isi Plastik

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 15:48 WIB
AKBP Arif Rachman Arifin menjalani sidang eksepsi di PN Jaksel, Jumat (28/10/2022). Sebelumnya, ia didakwa merintangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.
AKBP Arif Rachman Arifin (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kuasa hukum terdakwa Arif Rachman Arifin (ARA), Junaedi Saibih, menyoroti pertanyaan jaksa soal barang bukti DVR CCTV. Yaitu perdebatan perihal saksi yang disebut jaksa menerima barang bukti DVR CCTV dari kliennya.

"Perdebatan berawal dari pertanyaan salah satu JPU yang isinya pertanyaan kesimpulan yang tidak sesuai fakta, yaitu dimulai pada 'oke CCTV dari penekanan si Chuck itu bahwa CCTV yang baru atau memang asli dari terdakwa.' Kami menyatakan keberatan dengan pertanyaan tersebut, karena tidak ada pernyataan saksi Ariyanto yang menyatakan bahwa dia menerima barang bukti dari terdakwa AR," kata kuasa hukum Arif Rachman, Junaedi Saibih, kepada wartawan, Jumat (9/12/2022).

Saksi yang dihadirkan dalam sidang terdakwa Arif Rachman semestinya adalah Seno selaku Ketua RT Kompleks Duren Tiga, Herry Priyanto, selaku saksi ahli digital forensic. Namun keduanya tidak dapat hadir dan yang muncul adalah Ariyanto selaku pekerja harian lepas (PHL) yang bekerja di Divisi Propam Polri.

"Keterangan saksi Ariyanto adalah saksi mendapat perintah dari Chuck untuk mengambil CCTV dari terdakwa Irfan untuk diserahkan kepada Chuck. Kami juga keberatan ketika JPU memaksakan saksi untuk mengenali bukti DVR tanpa kantong plastik dan diminta memastikan bahwa isi kantong plastik hitam yang diterima saksi adalah DVR yang sama dengan yang ditunjukkan di persidangan," jelas Junaedi Saibih.

Menurut Junaedi, saksi Ariyanto juga sudah berkali-kali menyatakan hanya melihat dan menerima bungkusan kantong plastik hitam tanpa mengetahui isi di dalamnya. Hakim pun sempat menengahi perdebatan jaksa dan kuasa hukum, seraya menegaskan bahwa saksi hanya melihat kantong plastik hitam serta membolehkan jaksa menunjukkan bukti dalam kondisi terbungkus kantong plastik.

"JPU kemudian menunjukkan bukti DVR tanpa kantong plastik, sesuai dengan keberatan penasehat hukum yang sudah melihat JPU akan memaksakan saksi untuk mengenali DVR tanpa kantong plastik. Hakim kemudian mempertanyakan. Sebab di awal yang hendak diperlihatkan adalah plastik, bukan kardus. Namun jaksa menjawab plastik itu tidak ada," kata Junaedi.

Saat itu, jaksa mempertanyakan bentuk dari barang bukti terbungkus plastik kepada saksi Ariyanto, apakah persegi sebagaimana kotak kardus yang diperlihatkan padanya langsung oleh jaksa di persidangan.

"Namun saksi mengatakan tidak tahu apakah bungkusan plastik yang diambilnya benar DVR CCTV. Ia hanya memastikan saat itu bungkusannya berbentuk segi empat. Dia bilang, 'saya nggak tahu, karena setahu saya di dalam plastik. Bentuk plastik gitu segi empat'," terang Junaedi mengulas momen panas persidangan.

Sebagaimana diketahui, kuasa hukum Arif Rachman, Marcella Santoso mendebat JPU saat sidang pemeriksaan saksi Ariyanto. Awalnya, jaksa mengulas momen saksi diperintah mengambil bungkusan plastik hitam tersebut oleh terdakwa Chuck Putranto.

"Dia kasih tahu apa isinya?" tanya jaksa.

"Beliau hanya bilang CCTV aja," jawab Ariyanto.

"Nggak nanya CCTV dari mana?" tanya jaksa lagi.

"Nggak," jawabnya.

"Saat Saudara ambil CCTV di saat suasana itu hidup atau udah nggak ada lagi?" tanya jaksa.

"Saya ke situ hanya tinggal ngambil aja," jawab Ariyanto.

Jaksa kemudian meminta izin kepada majelis hakim untuk menghadirkan dan memperlihatkan barang bukti kotak CCTV ke persidangan. Namun, kuasa hukum Arif Rachman, Marcella Santoso, keberatan lantaran saksi hanya menerima bungkusan plastik hitam tanpa memeriksa apakah isinya benar DVR CCTV atau bukan.

Perdebatan pun terjadi hingga akhirnya majelis hakim menengahi kedua pihak, baik JPU maupun kuasa hukum terdakwa.

"Gini saja, tadi saksi ini sudah menjelaskan bahwa dia hanya melihat kantung plastik yang di dalamnya itu dibungkus. Itu saja yang dia lihat, kemudian dia tidak tahu proses pergantiannya. Sekarang yang mau diperlihatkan apa?" tanya hakim ke jaksa.

"Tidak relevan Yang Mulia, karena Saudara saksi mengatakan hanya melihat kantong plastik," sanggah Marcella.

Hakim kemudian memutuskan untuk memberi kesempatan jaksa menghadirkan barang bukti dalam kondisi terbungkus plastik hitam. Namun nyatanya jaksa memunculkan kardus DVR CCTV tanpa dibungkus plastik, yang kemudian sempat dipertanyakan hakim.

"Itu sebenarnya pertanyaan simpel itu, kan itu masuk dalam plastik, yang ditanyakan itu yang di dalam plastik bentuknya kotak atau tidak, itu saja," ujar hakim.

"Bentuknya kotakan," jawab Ariyanto.

"Sudah cukup seperti itu, tidak usah ada yang diberat-beratkan," sahut hakim.

(asp/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT