Hendra Kurniawan Bantah Saksi dari Propam soal Pertemuan dengan Sambo

ADVERTISEMENT

Hendra Kurniawan Bantah Saksi dari Propam soal Pertemuan dengan Sambo

Yogi Ernes, Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 16:42 WIB
Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama menjalani sidang lanjutan perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).
Hendra Kurniawan (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris pribadi (Sespri) mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Novianto Rifa'i, mengaku melihat mantan Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan menghadap ke ruangan Sambo bersama dengan mantan Wakaden B Biro Paminal Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin seusai pembunuhan Brigadir Yosua. Namun kesaksian itu dibantah mentah-mentah oleh Hendra.

Hal itu disampaikan Novianto saat menjadi saksi sidang perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Hendra Kurniawan di PN Jaksel, Kamis (8/12/2022).

Mulanya, Novianto mengatakan, pada 13 Juli pagi, mantan Korspri Kadiv Propam Polri Kompol Chuck Putranto terlihat tiba di kantor Propam Polri. Siang harinya, terlihat mantan PS Kasubag Riksa Baggak Etika Biro Watprof Kompol Baiquni Wibowo datang dan langsung menghadap Sambo sekitar pukul 14.00 WIB.

"Kemudian, saksi pada saat 13 Juli yang saksi lihat yang masuk Sambo ingat yang saya tanyain itu?" tanya jaksa.

"Untuk Pak Chuck kan dia sesprinya di situ di ruang sespri," kata Novianto.

"Pak Chuck saat itu masuk?" tanya jaksa.

"Pak Chuck jam 08.00 WIB sebelum kadiv datang," jawab Novianto.

"Pak Chuck jabatannya?" tanya jaksa.

"Sespri, kalau tidak salah ada Pak Baiquni datang, jabatannya kurang tahu dia di Biro Wabrof," jawab Novianto.

"Baiquni datang jam berapa masuk ruang Sambo?" tanya jaksa.

"Jam 13.30, jam 14.00-an," jawab Novianto.

Malam harinya, Novianto mengatakan melihat Hendra dan Arif datang ke kantor Propam. Arif, kata Novianto, sempat bertanya apakah Sambo ada di ruangan atau tidak.

"Selain Pak Baiquni siapa lagi yang datang ke Kadiv Propam?" tanya jaksa.

"Seingat saya malam hari itu," jawab Novianto.

"Jam berapa?" tanya jaksa.

"Sekitar jam 20.00 WIB malam," jawab Novianto.

"Siapa itu?" tanya jaksa.

"Pak Hendra," jawab Novianto.

"Siapa lagi?" tanya jaksa.

"Pak Arif," jawab Novianto.

"Waktu dia datang nanya ke kamu tidak?" tanya jaksa.

"Pas dia masuk, 'Bapak ada?' sambil nunjuk tangan sambil jalan 'siap' gitu," jawab Novianto.

"Yang bertanya terdakwa ini apa Arif?" tanya jaksa.

"Arif," jawab Novianto.

Novianto mengaku yakin Hendra dan Agus menghadap Ferdy Sambo pada 13 Juli itu. Novianto mengatakan Hendra juga sempat mengucapkan terima kasih setleah meninggalkan ruangan Sambo.

"Pak Hendra bilang 'terima kasih ya' sambil jalan," kata Novianto

"Kamu bisa pastikan terdakwa yang ngomong ke kamu?" tanya jaksa.

"Siap," jawab Novianto.

Hendra Membantah

Kesaksian Novianto itu langsung dibantah Hendra. Saat memberikan tanggapan, Hendra mengaku tidak pernah ke ruangan Ferdy Sambo pada 13 Juli tersebut.

"Saya mau melakukan bantahan, saya menanggapi dari saudara saksi bahwa saya pada tanggal itu saya tidak pernah ke ruang Pak FS, tanggal 13, dan saya setiap ke tempat Pak FS selalu dengan ADC (aide de camp) dan driver. ADC selalu mendampingi saya sampai depan ruangan beliau dan itu betul-betul itu ruangannya kemudian masuk pantry. Untuk driver parkir mobil dulu habis gitu gabung di situ dan duduk di pantry," kata Hendra.

Diketahui, Brigadir N Yosua Hutabarat tewas pada 8 Juli 2022. Yosua tewas di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Lihat juga Video: Debat Panas Jaksa-Pengacara Anak Buah Sambo soal Plastik Hitam CCTV

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT