Gazalba Saleh Ditahan KPK, Ketua MA Bicara Asas Praduga Tak Bersalah

ADVERTISEMENT

Gazalba Saleh Ditahan KPK, Ketua MA Bicara Asas Praduga Tak Bersalah

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 12:58 WIB
Presiden Joko Widodo melantik Ketua MA Muhammad Syarifuddin dan Hakim MK Manahan Sitompul di Istana Negara Jakarta. Jokowi tampak memakai masker.
Ketua MA (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta -

Ketua Mahkamah Agung (MA) M Syarifuddin meminta KPK tetap memberlakukan asas praduga tak bersalah di kasus yang menjerat hakim agung Gazalba Saleh. Namun dia juga tetap menghormati proses penegakan hukum yang tengah bergulir.

"Sepenuhnya kami serahkan tindakan hukum, apa yang dilakukan KPK. Cuma, harapan kami, asas praduga tak bersalah mohon tetap diberlakukan dan proses beracaranya mohon dilaksanakan dengan baik dan benar," kata Syarifuddin kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (9/12/2022).

Selain itu, dia tak mempermasalahkan praperadilan penetapan tersangka yang diajukan Gazalba. Menurutnya, proses itu adalah bentuk keberatan seseorang lewat jalur hukum.

"Itu (praperadilan) kan hak masing-masing, ya. Ya silakan saja. Saya tidak akan komentar. Orang keberatan kan ada jalur hukumnya," ucap dia.

Terakhir, dia berpesan kepada seluruh hakim ketua supaya menghindari tindak pidana. Dia meminta para hakim patuh pada pedoman etik dan perilaku hakim.

"Kita punya pakta integritas, punya pedoman kode etik dan perilaku hakim. Ya patuhi dengan sebaik-baiknya," tutup Syarifuddin.

Diketahui, KPK resmi menahan hakim agung Gazalba Saleh. Dia merupakan hakim agung terakhir yang ditetapkan dalam perkara ini.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyebut perkara ini merupakan pengembangan perkara yang semula menjerat hakim agung Sudrajad Dimyati. Total dalam perkara ini KPK menetapkan 13 orang tersangka.

"Untuk kepentingan proses penyidikan, Tersangka GS dilakukan penahanan oleh tim penyidik selama 20 hari pertama, dimulai tanggal 8 Desember 2022 sampai 27 Desember 2022 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur," kata Johanis Tanak dalam konferensi pers, Kamis (8/12).

(mha/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT