KSAL Ungkap Rencana Program Deradikalisasi di Pulau Terpencil-Terluar

ADVERTISEMENT

KSAL Ungkap Rencana Program Deradikalisasi di Pulau Terpencil-Terluar

Ilham Oktafian - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 12:45 WIB
Laksamana Yudo Margono
Foto: KSAL Laksamana Yudo Margono (Karin/detik)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono buka suara soal aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat. Calon panglima TNI itu mengungkapkan akan memperkuat deradikalisasi, salah satunya dengan memperluas pembinaan soal deradikalisasi di pulau terpencil.

"Peristiwa kemarin tentunya akan menjadi program kita nanti ke depan. Tentunya dengan kejadian-kejadian ini, menjadi program kita ke depan untuk deradikalisasi," kata Yudo kepada wartawan saat melepas keberangkatan peserta Sailing Camp di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (09/12/2022).

"Tentunya nanti akan kita terapkan di TNI, dan pembinaan juga," tambahnya.

Nantinya, sambung Yudo, program deradikalisasi tersebut bakal dilakukan di wilayah-wilayah pesisir. Termasuk pulau terpencil hingga yang berbatasan dengan negara lain.

"Kalau laut mempunyai pembinaan potensi maritim. Jadi nantinya akan kita tambahkan juga kegiatan-kegiatan itu, khususnya di wilayah pesisir, pulau terpencil, pulau terluar," jelasnya.

Bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar terjadi pada Rabu (7/12) pagi. Pelaku telah teridentifikasi, yakni mantan narapidana kasus teroris (napiter) Agus Sujatno.

Agus Sujatno diketahui terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dia ditangkap karena terlibat kasus bom panci di Cicendo pada 2017.

Peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar menewaskan pelaku dengan bom panci yang digunakannya itu. Selain itu, seorang polisi meninggal dan 10 orang lainnya terluka

(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT