Tak Diizinkan Naik KA, Calon Penumpang Pecahkan Kaca Loket Stasiun Sukabumi

ADVERTISEMENT

Tak Diizinkan Naik KA, Calon Penumpang Pecahkan Kaca Loket Stasiun Sukabumi

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 12:40 WIB
Calon penumpang pecahkan kaca loket Stasiun Sukabumi karena tak diizinkan naik kereta lantaran belum vaksin.
Calon penumpang memecahkan kaca loket Stasiun Sukabumi karena tak diizinkan naik kereta lantaran belum divaksin. (Foto: dok. Istimewa)
Sukabumi -

Salah satu calon penumpang kereta api (KA) lokal Pangrango relasi Bogor-Sukabumi berinisial IT memecahkan kaca loket Stasiun Sukabumi. Dia tidak terima saat petugas tidak mengizinkannya masuk karena belum memenuhi persyaratan.

"Atas kejadian tersebut, Daop 1 Jakarta menindak tegas oknum yang telah melakukan perusakan fasilitas stasiun dan perbuatan tidak menyenangkan," kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa melalui keterangannya, Jumat (9/12/2022).

Kejadian bermula ketika pelaku bersama empat calon penumpang hendak naik KA di Stasiun Sukabumi. Namun ternyata dua di antaranya belum melakukan vaksin.

"Keduanya tidak dapat menunjukkan berkas lain, seperti surat keterangan dari rumah sakit pemerintah jika tidak dapat divaksin karena alasan medis. Sesuai aturan, kedua nama tersebut tidak diizinkan melanjutkan perjalanan dan diarahkan ke loket," ungkapnya.

Calon penumpang yang tidak terima tersebut sempat mendorong petugas boarding. Kemudian dia memecahkan kaca loket stasiun, yang menyebabkan petugas terluka karena terkena serpihan kaca.

"Pelaku telah diamankan oleh petugas dan saat ini telah dibawa ke Polsek Cikole, Sukabumi, untuk diproses secara hukum," terangnya.

Eva menegaskan PT KAI akan menindak tegas seluruh oknum yang melakukan tindakan vandalisme seperti itu. Pihaknya meminta agar seluruh calon untuk menghargai petugas yang sedang menjalankan kewajiban dan tugasnya baik di stasiun dan di atas KA.

"Saat ini seluruh layanan di Stasiun Sukabumi tetap dapat berjalan dengan normal menggunakan 2 loket lain yang tersedia," ujarnya.

Petugas akan melakukan pemeriksaan tiket dan persyaratan protokol kesehatan sebelum calon penumpang naik KA. Sistem pemeriksaan tiket sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Calon pengguna yang terdata belum melakukan vaksin sesuai ketentuan, tidak akan diizinkan untuk melakukan perjalanan KA. Mereka akan diarahkan untuk melakukan proses pembatalan tiket.

"Daop 1 Jakarta meminta agar seluruh calon pengguna membaca dan memperhatikan kembali aturan yang berlaku pada saat membeli tiket. Pastikan jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi sebelum melakukan perjalanan pada jadwal yang telah dipilih, serta lakukan pengaturan waktu keberangkatan menuju stasiun dengan baik agar tidak terburu-buru," pungkas Eva.

Lihat juga video 'Rekaman CCTV Penumpang Singkap Hijab Petugas KA di Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



(rdh/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT