BMKG Jelaskan Radius Bahaya di Sesar Cugenang yang Lintasi 9 Desa

ADVERTISEMENT

BMKG Jelaskan Radius Bahaya di Sesar Cugenang yang Lintasi 9 Desa

Ikbal Selamet - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 11:45 WIB
Foto kerusakan di Desa Sarampad yang masuk zona bahaya patahan Cugenang
Foto: Foto kerusakan di Desa Sarampad yang masuk zona bahaya patahan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. (Dok. BMKG)
Cianjur -

Sesar Cugenang yang baru teridentifikasi menjadi penyebab gempa berkekuatan 5,6 Magnitudo di Kabupaten Cianjur, Jawa barat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap sesar ini membentang sepanjang 9 kilometer, melintasi sembilan desa di dua kecamatan.

Patahan aktif Cugenang melintasi delapan desa di Kecamatan Cugenang yakni Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Benjot, dan Desa Cibulakan. Sementara satu desa di Kecamatan Cianjur yang dilintasi sesar tersebut, yakni Desa Nagrak.

"Total ada sembilan desa di dua kecamatan yang dilalui patahan aktif (sesar) Cugenang yang merupakan patahan yang baru teridentifikasi ini," ujar Kepala Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers daring, seperti dilansir detikJabar, Kamis (8/12/2022).

BMKG merekomendasikan agar sembilan desa yang dilintasi patahan itu disterilkan atau dikosongkan dari bangunan pemukiman. Sebab dikhawatirkan sesar kembali aktif sehingga menimbulkan gempa dan berujung kerusakan.

Namun, dia menjelaskan jika tidak seluruh bagian desa yang dikosongkan, melainkan di titk patahan dan kawasan di sekitarnya dengan radius 300-500 meter.

"Panjang patahan ini sekitar 9 kilometer, dengan radius berbahaya kiri-kanannya 300-500 meter. Jadi maksudnya bukan berarti seluruh desa dikosongkan, tapi di jalur utama patahan serta zona berbahaya di radius 300-500 meter," jelasnya.

Baca selengkapnya di sini

(idh/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT