Ngeri! 1.800 Rumah di Cianjur Masuk Zona Bahaya Patahan Aktif Cugenang

ADVERTISEMENT

Ngeri! 1.800 Rumah di Cianjur Masuk Zona Bahaya Patahan Aktif Cugenang

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 18:54 WIB
Foto kerusakan di Desa Sarampad yang masuk zona bahaya patahan Cugenang
Foto kerusakan di Desa Sarampad yang masuk zona bahaya patahan Cugenang (Foto: Dok. BMKG)
Jakarta -

BMKG merekomendasikan pemukiman di daerah seluas 8,09 KM2 atau sekitar 1.800 rumah yang terdampak patahan Cugenang di beberapa desa di Kabupaten Cianjur di relokasi. Hal itu karena termasuk dalam zona berbahaya atau zona rentan mengalami pergeseran atau kerusakan lahan dan bangunan.

"Berdasarkan zona bahaya tersebut di atas, maka area yang terdokumentasi untuk direlokasi adalah area seluas 8,09 KM2 dengan hunian sebanyak kurang lebih 1.800 rumah yang berada di dalam zona bahaya patahan geser Cugenang, meliputi sebagian desa Talaga, Sarampad, Nagrak, Cibulakan," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/12/2022).

Foto Udara Zona Bahaya Patahan Aktif CugenangFoto Udara Zona Bahaya Patahan Aktif Cugenang Foto: Dok. BMKG

Hal itu berdasarkan analisa BMKG terkait dampak gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo. Daryono mengatakan terdapat zona bahaya yang berada di sepanjang jalur jurus patahan pada jarak 200-500 meter ke arah lurus kanan kiri patahan.

"Bahwa zona berbahaya merupakan zona yang rentan mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan," katanya.

Daryono mengatakan BMKG mencatat 402 kali gempa susulan yang semakin melemah dan secara fluktuatif hingga Kamis siang (8/12) pukul 12.00 WIB di Kabupaten Cianjur.

Sementara itu Daryono mengatakan berdasarkan pemotretan udara di sepanjang jurus patahan teridentifikasi bahwa sebaran kerusakan rumah, kerusakan lahan dan titik-titik longsor yang mengindentifikasikan zona tersebut terdeformasi, mengalami getaran dan kerusakan di sepanjang jurus patahan tersebut.

Selain itu kerusakan bangunan di beberapa lokasi juga dikontrol oleh jenis tanah atau kepadatan tanah, posisi bangunan terhadap kemiringan lereng, terjadinya longsor lahan.

BMKG Sarankan Tak Bangun Rumah di Zona Bahaya Patahan Cugenang

Sementara itu Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan zona-zona yang direkomendasikan direkolasi itu sebaiknya tidak dibangun lagi hunian rumah. Namun dapat dimanfaatkan untuk area terbuka seperti persawahan dan area resapan. Hal itu untuk mencegah kerusakan yang serupa apabila terjadi gempa lainnya di masa yang akan datang.

"Yang di kosongkan itu dari hunian, tetapi bisa untuk dimanfaatkan untuk non hunian misalnya untuk persawahan, untuk area resapan, area konservasi, di hutankan, tapi jangan dibangun rumah lagi. Jadi bisa dimanfaatkan untuk non struktural," kata Dwikorita.

"Untuk wisata misalnya tapi tanpa hotel di situ, jadi area terbuka, jadi kalau ada gempa agar tidak ada runtuhan bangunan dan korban jiwa," ungkapnya.

Baca halaman selanjutnya.

Lihat Video: Jokowi Mau SD Rusak Oleh Gempa Cianjur Selesai Diperbaiki Dalam 3 Bulan

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT