UU Cipta Kerja Dinilai Dorong Ekonomi RI di Tengah Ancaman Resesi

ADVERTISEMENT

UU Cipta Kerja Dinilai Dorong Ekonomi RI di Tengah Ancaman Resesi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 07:18 WIB
Arif Budimanta
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Undang-undang (UU) Cipta Kerja disebut telah menghadirkan sejumlah manfaat, termasuk bagi perekonomian Indonesia. Di saat sejumlah negara maju mengalami resesi, kondisi perekonomian di Indonesia justru cenderung stabil.

Sekretaris Satgas UU Cipta Kerja Arif Budimanta mengatakan pada kuartal III 2022, kondisi ekonomi Indonesia masih tumbuh positif di angka 5,7 persen. Sementara inflasi Indonesia pada periode Oktober 2022 berada di angka 5,71 persen. Arif menyampaikan angka ini masih lebih baik dari beberapa negara di dunia.

Adapun selama periode 2022, terdapat beberapa negara yang angka inflasinya mencapai dua digit. Seperti Inggris yang nilai inflasinya mencapai 10,1 persen pada September 2022. Ada juga Jerman yang nilai inflasinya berada di angka 10,4 pada periode Oktober 2022, serta Rusia yang angka inflasinya pada September 2022 mencapai 13,7 persen.

"Angka inflasi kita ini relatif moderat dibandingkan dengan inflasi di negara maju," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/12/2022).

Menurut Arif, keberhasilan Indonesia yang masih menunjukkan pertumbuhan ekonomi positif dan inflasi moderat ini merupakan bukti kondisi ekonomi Indonesia yang masih relatif stabil. Ia pun menilai UU Cipta Kerja ini menjadi upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam hal ini, kata Arif, tingkat pengangguran pun terus menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2022 sebesar 5,86 persen. Adapun angka ini turun 0,63 persen dibandingkan periode Agustus 2021.

Arif mengatakan kondisi ini sejalan dengan tren penurunan angka kemiskinan di Indonesia, yang pada periode Maret 2022 berada di kisaran 9,54 persen.

"Dari sisi quality, tingkat pengangguran juga turun. Artinya ada penciptaan lapangan pekerjaan," ungkapnya.

"Tingkat kemiskinan juga turun dan itu menunjukkan bahwa perekonomian nasional kita ini relatif terjaga," tutupnya.

Lihat juga video 'Jokowi Minta Reputasi Global-Pembangunan Dilanjutkan Pemimpin Berikutnya':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT