Kapolsek Jagakarsa ke SMAN 49 Jakarta, Edukasi Cegah Radikalisme Usia Dini

ADVERTISEMENT

Kapolsek Jagakarsa ke SMAN 49 Jakarta, Edukasi Cegah Radikalisme Usia Dini

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 22:35 WIB
Kapolsek Jagakarsa Kompol Multazam Lisendra mengunjungi SMAN 49 Jakarta.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Multazam Lisendra mengunjungi SMAN 49 Jakarta. (Foto: Dok.Istimewa)
Jakarta -

Polisi memberikan edukasi terkait paham radikalisme ke 617 siswa SMAN 49 Jakarta. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan paham radikal sejak usia dini.

"Agar siswa mengedepankan toleransi dan menghargai perbedaan suku, agama, ras dan golongan. Keberagaman dalam satu sekolah jadikan sebagai kekayaan, bukan sebagai penyebab perpecahan," kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Multazam kepada wartawan, Kamis (8/12/2022).

Multazam mengatakan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan harus ditumbuhkan. Dia mengimbau para siswa tak melakukan kekerasan verbal maupun fisik, hingga menghindari paham radikal berkaitan dengan terorisme.

"Saling menghargai dan menghormati perbedaan keyakinan. Setiap orang meyakini agamanya paling benar, tapi kebenaran itu bukan untuk merendahkan keyakinan orang lain yang berbeda," ujarnya.

"Hindari kekerasan verbal maupun fisik di sekolah, jadikan sekolah yang aman dan damai bagi semua golongan, hindari paham radikalisme. Terorisme adalah cara yang salah dalam menyebarkan keyakinan, yang ada justru malah menebarkan ketakutan," ujarnya.

Kemudian, Multazam juga berpesan agar siswa SMAN 49 Jakarta tak terlibat aksi tawuran. Dia juga mengimbau para siswa tidak mengendarai sepeda motor jika belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Jangan sampai masa depan adik-adik hancur karena terlibat tawuran, tidak mencoba-coba memakai narkoba, bullying dan sekolah tidak mengendarai kendaraan bermotor jika belum memiliki SIM," ujar Multazam.

Selain itu, Multazam berharap para siswa tak keluyuran di malam hari saat libur Natal dan tahun baru 2023. Dia mengingatkan aksi tawuran hingga balap liar dapat dikenakan hukuman pidana.

"Apalagi menjelang libur Natal dan tahun baru serta tidak ada kegiatan belajar mengajar, polsek dan pada guru berharap tidak ada yang keluyuran malam hari, nongkrong di jalanan, terlibat balapan liar dan membawa senjata tajam saat bepergian," kata Multazam.

"Ancaman pidana cukup berat jika kedapatan membawa sajam dan benda berbahaya lainnya. Terlibat tawuran bisa dikenakan pidana pasal 170, 351 KUHP atau UU darurat No 1 tahun 1950 dengan ancaman kurungan yang cukup lama dan berdampak bagi masa depan adik-adik," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 49 Jakarta, Siswanto berharap para siswa dapat selalu mengingat edukasi yang diberikan pihak Kepolisian. Dia mengatakan setiap siswa dapat dikeluarkan jika melakukan pidana dan melanggar aturan sekolah.

"Jangan sampai setelah Kapolsek datang, ada dari siswa yang tertangkap di polsek karena terlibat tawuran, sanksi cukup berat bisa di cabut KJP atau dikeluarkan dari sekolah," ujar Siswanto.

Dia mengucapkan terima kasih pada Polsek Jagakarsa karena menghadiri pembukaan gelaran pekan olah raga di SMAN 49 Jakarta tersebut. Dia berharap pelaksanaan pekan olah raga itu akan berjalan lancar.

"Mengucapkan terima kasih atas kehadiran Polsek Jagakarsa memenuhi undangan pembukaan Pekan Olah Raga SMAN 49 yang diadakan oleh pengurus OSIS dan sekolah. Jangan sampai pekan olah raga ini terjadi keributan atau hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT