Raja Tewas Diparang Pemuda Mabuk, Istri Luka Parah
Jumat, 28 Jul 2006 11:42 WIB
Ambon - R Laisina (52), Raja desa Hulaliu, kecamatan pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (27/7/2006) malam, tewas bersimbah darah di tangan pemuda mabuk. Sementara sang istri, Popy Laisina (49) sekarat. Peristiwa mengenaskan ini berawal dari kepulangan sang Raja beserta istri dari sanak saudaranya di desa tersebut. Saat melintasi jalan desa, sang Raja berpapasan dengan seorang pemuda yang juga warganya, yang tengah mabuk. Ditegurlah pemuda itu oleh Raja. "Bapak raja hanya tegur dia karena mabuk," kata Ny Cinthia, kerabat raja, saat ditemui di RS Bhayangkari Tantui, guna menunggu istri raja yang direncanakan hari ini dilarikanke RS Bahayangkari untuk mendapat perawatan intensif.Karena mabuk berat, teguran sang raja tidak diindahkannya. Sebaliknya, pemuda bernama, Frejhon Taihutu, tanpa basa basi langsung membabatkan parangnya ke tubuh Raja beberapa kali, hingga sang Raja tidak berkutik dan tewas seketika. Belum puas dengan ayunan parangnya, pemuda itu juga menghajar istri Raja. Ny Popy Laisina pun ambruk sekarat. Melihat sepasang suami istri ini roboh, pemuda ini langsung mengambil langkah seribu. Warga yang datang terlambat ke TKP, langsung mencari pelaku. Setelah tak menemukan pelaku di sekitar lokasi, warga pun mendatangi rumah pelaku. Dalam sekejap, rumah pemuda beranak dua itu hancur berantakan di hantam warga. Sang istri pun hanya bisa menangis.Guna mengatasi kejadian ini, satu satuan Brimob BKO langsung mengamankan lokasi kejadian dan berusaha menenangkan warga desa Hulaliu.Frejhon Taihuttu, pemuda mabuk itu, kini dapat diringkus dan mendekam di tahanan Polsek Pulau Haruku. "Pelaku sudah diringkus,"kata salah satu petugas Polsek Haruku, saat dihubungi detikcom via telepon, Jumat (28/7/2006).
(asy/)











































