5 Keluh Kesah Mantan Anak Buah Sambo yang Dibohongi Mentah-mentah

ADVERTISEMENT

5 Keluh Kesah Mantan Anak Buah Sambo yang Dibohongi Mentah-mentah

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 07:50 WIB
Jakarta -

Mantan anak buah Ferdy Sambo satu per satu buka suara usai dibohongi mentah-mentah oleh atasannya itu terkait kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Mereka mengeluh karena merasa terseret di pusaran kasus tersebut.

Keluh kesah itu diungkapkan dalam sidang lanjutan pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022). Duduk sebagai terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Berikut pernyataan mantan anak buah Ferdy Sambo:


1. Hendra Kurniawan Berdamai dengan Diri Sendiri

Hendra Kurniawan awalnya menjelaskan soal penanganan awal yang dilakukannya sebagai Karo Paminal Propam Polri. Hendra lalu ditanya perasaannya ketika mengetahui apa yang diketahuinya sejak awal ternyata rekayasa dari Ferdy Sambo.

"Setelah Saudara tahu itu semua bagaimana," tanya Hakim.

"Saya cerita sama Agus. 'Gus ini kayaknya kita dibohongi'. 'Masa sih, Bang?' Iya soalnya di riksus (pemeriksaan khusus) ngomongnya gitu," jawab Hendra.

Hendra lalu mengaku perkembangan penanganan kasus kematian Brigadir Yosua sudah tidak diketahuinya saat menjalani penahanan khusus di Mako Brimob selama satu bulan.

Hakim kemudian kembali bertanya kepada Hendra tentang perasaannya ketika tahu telah dibohongi Ferdy Sambo.

"Bagaimana perasaan Saudara dengan peristiwa ini semua?" tanya Hakim.

Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama menjalani sidang lanjutan perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).Brigjen Hendra Kurniawan (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

"Saya berdamai dengan diri saya sendiri. Saya berdamai dengan hati. Saya syukuri apa yang bisa saya perbuat, saya menjawab di persidangan ini," jawab Hendra.


2. Benny Ali Merasa Diprank

Benny mengaku merasa dibohongi oleh Ferdy Sambo terkait peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Bahkan, kata Benny, istrinya sampai saat ini masih syok karena dirinya turut dipatsus.

"Atas peristiwa ini, Saudara merasa dibohongi?" tanya hakim.

"Iya," kata Benny.

"Bagaimana perasan Saudara hingga saat ini?" tanya hakim.

"Sedih. Ya yang paling menderita itu adalah istri saya," kata Benny.

"Kenapa?" tanya hakim lagi.

"Ya kalau saya mungkin tidak, tetapi sampai saat ini, istri saya itu syok, mau sidang ini syok," ujar Benny.

Benny mengatakan ikut terkena 'jebakan' skenario Sambo soal kasus ini. Dia pun mengetahui rekayasa cerita Sambo dari media.

"Kenapa?" tanya hakim.

"Ya, kita ketahui, yang kita ketahui, kita terbawa-bawa, karena beritanya ternyata dari yang saya dapatkan selama ini, ternyata di-prank," jawab Benny.

"Itu yang saya terima itu ya ini, terjadi seperti itu. Yang kita dapatkan seperti itu, ternyata beda. Itu saya tahunya tanggal 5 Agustus mulai ribut di media sosial. Tanggal 8 kalau tidak salah ada pernyataan resmi bahwa ini semuanya rekayasa," imbuhnya.

Selengkapnya di halaman berikutnya



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT