Kata PN Jaksel soal Hakimnya Diadukan Kuat Ma'ruf ke KY dan MA

ADVERTISEMENT

Kata PN Jaksel soal Hakimnya Diadukan Kuat Ma'ruf ke KY dan MA

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 12:19 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Kuat Maruf menjalani sidang lanjutan dengan agenda putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022).
Kuat Ma'ruf (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kuasa hukum Kuat Ma'ruf melaporkan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang menyidangkan perkara penembakan Brigadir Yosua Hutabarat ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA). Pihak PN Jaksel menanggapi santai terkait pelaporan tersebut.

Pejabat Humas PN Jaksel Djuyamto menerangkan pelaporan itu menjadi hak para pihak yang berperkara untuk melaporkan ke KY maupun ke Badan Pengawasan MA. Djuyamto menyebut pelaporan itu bukan hal yang luar biasa.

"Saya kira tidak menjadi hal yang luar biasa, itu menjadi hak para pihak berperkara untuk menyikapi apa yang dilakukan hakim dalam melakukan tupoksinya, termasuk menyampaikan laporan ke KY maupun ke Bawas," kata Djuyamto kepada wartawan, Kamis (8/12/2022).

Sebelumnya, majelis hakim yang menyidangkan perkara penembakan Brigadir Yosua Hutabarat dilaporkan ke KY dan MA oleh pihak kuasa hukum Kuat Ma'ruf. Majelis hakim dinilai melanggar kode etik lantaran menyampaikan kalimat tendensius dalam persidangan.

"Kaitannya dengan kode etik karena dalam beberapa persidangan pemeriksaan saksi banyak kalimat-kalimat ketua majelis yang sangat tendensius kami lihat," ujar Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf, Irwan Irawan, saat dihubungi, Kamis (8/12) .

Irwan menyebutkan perkataan majelis hakim yang diduga melanggar yaitu terjadi pada saat sidang keterangan saksi Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Wibowo. Sidang ini diketahui berlangsung pada Senin (5/12).

"Perilaku hakim yang diduga melanggar etika telah disiarkan secara luas dan dipublikasikan di sejumlah pemberitaan media, hal ini tidak hanya berdampak negatif terhadap kredibilitas yang bersangkutan tapi juga berpotensi merusak kredibilitas dan independensi institusi pengadilan," kata Irawan.

Salah satu pernyataan hakim yaitu saat menyentil Kuat dan Ricky yang mengaku tidak melihat Sambo menembak Yosua. Serta pernyataan terkait pembunuhan sudah direncanakan semenjak di Magelang dan menutupi fakta persidangan.

Berikut beberapa pernyataan majelis hakim yang dituangkan dalam pelaporan pihak Kuat Ma'ruf ke KY dan MK:

"Tapi kalian karena buta dan tuli, maka Saudara tidak melihat dan tidak mendengarkan itu yang ingin Saudara sampaikan..," kata hakim.

"Saudara ini sudah disuruh membunuh, masih disuruh mencuri pun masih Saudara lakukan.. tadi saudara disuruh membunuh tapi saudara tidak mau kan? tapi sekarang disuruh mencuri mau," kata hakim.

"..Atau memang kalian sebenarnya sudah merencanakan ini semenjak di Magelang..." kata hakim.

"... Ini kan keanehan-keanehan yang kalian gak.. perencanaan itulah yang saya bilang, sebenarnya gini loh saya sampaikan sama dengan saudara Ricky tadi, saya tidak butuh keterangan saudara.. Saudara kalau mengarang cerita sampai tuntas," kata hakim.

Simak Video 'Pengakuan Ricky Rizal-Kuat Ma'ruf yang Bikin Hakim Geram':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT