Sambo Sebut Putri Diancam dan Perkosa, Pihak Yosua: Jangan Playing Victim

ADVERTISEMENT

Sambo Sebut Putri Diancam dan Perkosa, Pihak Yosua: Jangan Playing Victim

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 06:15 WIB
Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak.
Martin Lukas Simanjuntak. (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Ferdy Sambo menceritakan istrinya, Putri Candrawathi, mengaku diancam dan diperkosa oleh Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Pihak Yosua mengatakan Sambo seharusnya tidak boleh lagi menyampaikan terkait pemerkosaan sebab pengusutan dugaan pemerkosaan sudah dihentikan.

"Terkait itukan sudah di-SP3, jadi tidak ada itu. Ketika pasca di-SP3 mereka masih melanjutkan klaim-klaim itu, sebenarnya kan harusnya tidak boleh lagi disampaikan perkosa lah segala macam, karena laporan sudah di SP3," ujar Kuasa Hukum keluarga Yosua, Martin Lukas Simanjuntak, saat dihubungi, Kamis (7/12/2022).

Terlebih Martin mengatakan hasil pemeriksaan lie detector menunjukkan keterangan terkait pemerkosaan bohong. Tidak hanya itu, Martin menilai tuduhan Putri terkait pemerkosaan adalah klaim sepihak yang tidak dapat dipastikan.

"Cuma kan dalam penyidikan kemarin Polisi itu sudah memberikan kesempatan atas petunjuk dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk melakukan pendalaman dan dilakukanlah pemeriksaan sekali lagi dengan menggunakan lie detector, ketika ditanya apakah benar diperkosa kan hasilnya bohong," kata Martin.

"Dan karena hasilnya bohong makanya surat dakwaan jaksa penuntut umum ketika dibuat tidak ada narasi pemerkosaan itu tidak ada. Tuduhan Putri itu klaim sepihak yang tidak bisa dipastikan kebenarannya. Sekarang Sambo bilang dia itu katanya istri diperkosa, yang namanya diperkosa itu harus dibuktikan dengan visum, tidak ada visum namanya omong kosong tidak ada pemerkosaan," sambungnya.

Martin lantas meminta agar Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tidak bersikap playing victim. Menurutnya persidangan sebaiknya difokuskan pada penanganan perkara.

"Jadi mereka-mereka itu nggak usah playing victim, dan mereka harus konsentrasi mengenai penanganan perkara kasusnya bahwa mereka sebagai terdakwa bukan korban jadi jangan berhalusinasi," ujarnya.

Simak Video 'Pengakuan Sambo: Awal Rencanakan Pembunuhan hingga Bersih-bersih CCTV':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT