5 Fakta Ulah Barbar Bomber Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

ADVERTISEMENT

5 Fakta Ulah Barbar Bomber Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 06:00 WIB
Jakarta -

Polsek Astana Anyar di Bandung menjadi sasaran bom bunuh diri. Bom meledak saat personel sedang menggelar apel pagi.

Bom itu meledak pukul 08.25 WIB, Rabu (7/12/2022). Pelaku menerobos barisan anggota yang sedang menggelar apel. Bom yang dibawa pelaku kemudian meledak. Bom itu meledak di bagian dalam Polsek depan area pintu masuk.

Selang beberapa jam, ledakan kedua terdengar keras. Ledakan kedua terjadi pukul 10.45 WIB. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo memastikan ledakan kedua merupakan disposal atau pemusnahan bahan meledak. Tim meledakkan sisa bahan peledak yang ada di lokasi kejadian.

"Memang tadi benda yang dicurigai bahan peledak juga. Dilakukan disposal dengan peledakan di sini," kata Ibrahim di lokasi kejadian, seperti dilansir detikJabar.

Ibrahim mengaku pihaknya masih memverifikasi bahan yang diledakkan petugas di lokasi kejadian. Ia menjelaskan data mengenai lokasi sisa bahan peledak itu masih terbatas. Pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci.

"Masih dilakukan pengecekan penyisiran dan sterilisasi lagi beberapa area. Karena jangan sampai ada benda lain rawan meledak," ucap Ibrahim.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap pelaku terafiliasi jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Berikut fakta-faktanya:

Pelaku Sempat Acungkan Senjata

Kapolres Bandung Kombes Aswin Sipayung menyampaikan sebelum terjadinya ledakan bom, pelaku mencoba menerobos ke area polsek sembari mengacungkan senjata tajam. Kemudian pelaku bom bunuh diri mencoba menerobos barisan anggota yang sedang melaksanakan apel.

"Pukul 08.20 WIB, Polsek Astana Anyar sedang apel, satu orang laki-laki masuk ke polsek mengacungkan senjata tajam," ujar Aswin seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (7/12/2022).

"Anggota menghindar dan terjadi ledakan, pelaku membawa bom. Diduga bom bunuh diri, pelaku meninggal dunia," jelasnya.

Dia menyebut aksi teror bom bunuh diri tersebut terjadi di bagian dalam Polsek, di depan area pintu masuk. Akibat kejadian tersebut sejumlah anggota polisi mengalami luka-luka.

"Sekarang lagi dibawa ke RS di bandung. Situasi kondisi terkini, radius 300 m di garis polisi," ucapnya.

Satu Anggota Polisi Gugur

Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana mengatakan 11 orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Markas Polsek Astana Anyar. Salah satu korban adalah warga sipil.

"Ada 11 orang menjadi korban, terdiri 10 anggota Polri dan satu warga sipil. Satu orang anggota Polri meninggal dunia atas nama Aiptu Sofyan," kata Suntana.

Satu orang warga sipil yang jadi korban itu sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi.

Simak video 'Tindak Lanjut dan Temuan Terkini soal Bom Bunuh Diri di Astana Anyar':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT