Cak Imin Minta Pemerintah Prioritaskan Bantu Ponpes Terdampak Gempa di Cianjur

ADVERTISEMENT

Cak Imin Minta Pemerintah Prioritaskan Bantu Ponpes Terdampak Gempa di Cianjur

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 17:45 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar
Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Dok. istimewa)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin prihatin atas kondisi sarana dan prasarana pondok pesantren di Cianjur yang terdampak gempa. Dia meminta pemerintah memprioritaskan perbaikan pesantren.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), sebanyak 31 bangunan pondok pesantren di Cianjur dilaporkan mengalami rusak berat. Tercatat 30 orang dilaporkan meninggal dunia akibat terdampak gempa bumi.

"Sekarang kondisinya masih terus perlu perhatian di mana pesantren-pesantren di Cianjur yang menjadi korban gempa ini benar benar kehilangan sarana untuk belajar, sarana untuk tinggal," kata Cak Imin saat menyambangi Ponpes Gasol Pusaka dan Ponpes Riyadlul Alfiyyah, di Cianjur, Rabu (7/12/2022).

"Untuk itu, selain bantuan kepada rumah, saya minta kepada Menteri PU pada pemerintah pada umumnya, untuk segera menurunkan bantuan secepatnya bagi fasilitas belajar dan mengajar terutama pesantren yang terdampak langsung sehingga terhenti semua aktivitas pendidikan dan pengajaran," sambung Cak Imin.

Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) ini menyatakan perhatian pemerintah terhadap kondisi pondok pesantren terdampak gempa tersebut perlu menjadi prioritas. Sebab, menurutnya, proses belajar santri yang jumlah begitu besar terhenti usai gempa. Dia menilai hal ini menyangkut masa depan generasi muda.

"Ini hendaknya jadi prioritas karena menyangkut nasib masa depan generasi muda kita. Angkatan muda yang begitu besar jumlahnya yang membutuhkan perhatian. Karena itu mendesak untuk ditangani rehabilitasi dan renovasi bangunan baru bagi sarana pendidikan kita," tutur Cak Imin.

Dalam kunjungannya itu, Cak Imin menemukan sejumlah fakta bahwa seluruh pondok pesantren terdampak gempa saat ini diliburkan. Oleh karena itu, dia berharap perhatian pemerintah perlu diprioritaskan agar proses belajar para santri kembali normal.

"Ya sementara sangat terlantar, sebagian dipulangkan (libur) untuk itu agar semua ditangani dan perlu dipercepat," ujar Cak Imin.

Sementara itu, pengasuh ponpes Salafiyah Riyadlul Alfiyyah Ajengan Fesi Syachrosi Al Kausar menyambut baik kehadiran Cak Imin beserta rombongan. Acara yang juga dirangkai dengan doa dan tahlil untuk korban gempa Cianjur itu diharapkan bisa menambah semangat warga untuk bangkit, terutama para santri.

"Terimakasih atas kunjungannya Gus Muhaimin. Asrama santri saat ini kita pakai untuk pengungsian masyarakat sekitar pesantren. Untuk pesantren sepintas terlihat masih utuh, tapi sebenarnya retak dan bahkan banyak bagian yang roboh. Jadi semua kembali dari nol, mohon doanya kami kuat untuk membangun kembali," kata Ajengan Fesi.

"Semoga doa Bapak Ketum dan seluruh Bapak/Ibu semua memberikan wasilah untuk masa depan pesantren setelah terkena musibah gempa ini," sambungnya.

Cak Imin yang hadir didampingi sang istri, Rustini Murtadlo, juga menyempatkan diri memberikan trauma healing kepada anak-anak korban gempa Cianjur dan mendirikan sejumlah dapur umum.

(eva/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT