Hakim ke Ferdy Sambo: Cerita Saudara Tak Masuk Akal!

ADVERTISEMENT

Hakim ke Ferdy Sambo: Cerita Saudara Tak Masuk Akal!

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 16:06 WIB
Jakarta -

Majelis hakim perkara Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf merasa ada kejanggalan dengan kesaksian Ferdy Sambo. Hakim menilai kesaksian Sambo tidak masuk akal.

"Saudara saksi, di sini saudara saksi diperiksa sebagai saksi, belum sebagai terdakwa, tapi cerita terdakwa adalah rangkaian yang dilakukan terdakwa saat ini, dari tadi saya perhatikan cerita Saudara nggak dimasuk di akal," ujar hakim ketua Wahyu Iman Santosa dalam sidang di PN Jaksel, Rabu (7/12/2022).

Hakim Wahyu lantas membeberkan sejumlah kesaksian Sambo yang janggal. Pertama, terkait pengakuan Sambo yang mengatakan istrinya, Putri Candrawathi, sakit, hakim menilai dari CCTV kondisi Putri terlihat sehat.

"Kalau toh pun sakit, dia cukup, ukuran saudara dia cukup punya uang ke rumah sakit," kata hakim.

Kemudian, hal janggal kedua ketika Sambo mengaku tidak tahu tentang siapa saja yang ikut Sambo isoman. Padahal Sambo tahu siapa saja orang yang bersama Putri di Magelang.

"Kenapa nggak masuk akal? Ketika berangkat dari Magelang itu ada Kuat, Eliezer, Susi, dan istri saudara di belakang, baru Ricky dan Yosua. Saat hendak tinggalkan rumah Saguling, istri saudara didampingi Ricky, Yosua, Kuat, Richard, tanpa Susi. Jadi sangat lucu kalau saudara katakan saya tidak tahu siapa yang diajak (isoman)," tutur hakim.

Kejanggalan ketiga adalah ketika Sambo mengatakan dia melihat Yosua di depan pagar rumah Duren Tiga kemudian dia marah. Hakim menilai keterangan Sambo berbeda dengan kesaksian ajudannya yang sudah diperiksa sebelumnya.

"Ketika saudara mengatakan bahwa apa namanya akan dilakukan nanti malam ketemu Yosua setelah pulang bulu tangkis, saudara katakan tiba-tiba mampir lihat Yosua, kemudian tambah marah, itu sesuatu nggak mungkin. Kemarin dari Prayogi, Romer, dan patwal nggak katakan kejadian seperti itu, sangatlah janggal gitu lho keterangan Saudara dengan fakta-fakta yang ada, saya selalu katakan saya nggak butuh pengakuan. Tolong jelasin apa adanya, coba tolong katakan sebenarnya," ucap hakim.

Duduk dalam sidang ini terdakwanya adalah Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(zap/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT