Ditkrimum Polda Metro Raih Pin Emas atas Pengungkapan Kasus Mafia Tanah

ADVERTISEMENT

Ditkrimum Polda Metro Raih Pin Emas atas Pengungkapan Kasus Mafia Tanah

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 13:40 WIB
Polda Metro Jaya meraih pin emas atas pengungkapan kasus mafia tanah
Polda Metro Jaya meraih pin emas atas pengungkapan kasus mafia tanah (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya mendapat penghargaan Pin Emas dari Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto. Penghargaan ini diberikan atas prestasi jajaran Dirrektorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro dalam pengungkapan kasus mafia tanah.

Hadi Tjahjanto menyampaikan pemberian pin emas ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian ATR/BPN dalam mengusut kasus mafia tanah. Pemberian penghargaan ini dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2022) dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Kejahatan Pertanahan.

Dalam sambutannya, Hadi Tjahjanto mengatakan pengungkapan kasus mafia tanah ini tak terlepas dari sinergitas antara Kementerian ATR/BPN dengan aparat kepolisian dan kejaksaan. Tahun 2022 ini saja 60 kasus mafia tanah diungkap oleh jajaran Kementerian ATR/BPN, kepolisian dan jaksa.

"Dengan sinergi antara Kementerian ATR/BPN, polisi, dan jaksa, kita bisa menyelesaikan 315 kasus dan tahun 2022 ini 60 kasus (mafia tanah) kita selesaikan," kata Hadi dalam keterangannya yang diterima wartawan dari Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya meraih pin emas atas pengungkapan kasus mafia tanahDirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mendapatkan penghargaan pin emas atas pengungkapan kasus mafia tanah (Foto: Dok. Istimewa)

Dari 60 kasus tersebut, 53 kasus di antarnaya ditangani kepolisian dan 23 kasus di antaranya sudah P21 (dinyatakan lengkap). Sementara 54 kasus ditangani oleh Kementerian ATR/BPN.

"Ini sudah satu bentuk prestasi. Dan apabila kita lihat objek yang sudah mereka kuasai, itu ada kurang lebih 54 ribu hektare, kerugian negara Rp 2,5 triliun dan melibatkan 412 para mafia. Mafia itu ada 5 yaitu: oknum BPN iya, sikat terus. Kedua oknum pengacara pasti ikuti kliennya, ketiga notaris, kemudian camat-kepala desa, ini oknum," bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Hadi Tjahjanto menilai penyidik Polda Metro Jaya telah merespons program Presisi Kapolri dengan mengambil langkah strategis dalam menyelesaikan tindak pidana mafia tanah. Dia memuji penyelesaian perkara yang dianggap memulihkan keadaan dan memberikan keadilan bagi korban dan pelaku.

Dia menilai kebijakan itu merupakan hal yang perlu dikembangkan sebagai suatu konsep pencegahan dalam penegakan hukum pidana. Hal itu dapat bermanfaat dalam menjalankan seluruh norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya....



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT