Puan Tegaskan Pentingnya Suara Perempuan dalam Keputusan Kebijakan

ADVERTISEMENT

Puan Tegaskan Pentingnya Suara Perempuan dalam Keputusan Kebijakan

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 10:33 WIB
Puan Maharani
Foto: dok. DPR RI
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan perlunya peningkatan keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan baik di ranah politik atau lembaga publik, termasuk di pemerintahan dan parlemen. Sebab, menurutnya hal ini bisa menambah perspektif kebijakan publik sehingga kebijakan tersebut bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

"Keterlibatan perempuan akan membawa proses yang lebih inklusif dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Kita juga tidak boleh mengabaikan peran perempuan untuk pembangunan global dan regional, termasuk di Asia-Pasifik," kata Puan dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/12/2022).

Hal ini Puan sampaikan dalam kegiatan The 30th Annual Congress of the Asia-Pacific Parliamentary Forum (APPF 30) di Thailand yang digelar beberapa waktu lalu.

Puan juga menyoroti mengenai kepemimpinan perempuan di beberapa bagian dunia yang berhadapan dengan persoalan budaya dan struktural. Karena itu, Ia menilai dalam menghadapi sentimen perempuan yang mengakar dalam budaya dan kebijakan yang tidak berpihak perempuan masih membutuhkan perjuangan.

Ia menambahkan saat ini di Indonesia semakin banyak pemimpin perempuan di berbagai bidang. Ia ingin Indonesia terus berupaya melahirkan berbagai kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan.

Puan kemudian menyinggung mengenai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2014 tentang Pemilihan Umum yang mendesak 30% kursi di DPR RI disediakan untuk perempuan. Ia juga mengungkap adanya peningkatan jumlah anggota DPR RI perempuan, dari yang semula hanya 17,3% menjadi 21.39% selama periode 2019-2024.

"Saya sendiri saat ini menjabat sebagai Ketua DPR perempuan pertama di Indonesia. Sebelumnya saya pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan perempuan termuda dan pertama," terangnya.

"Perempuan telah menjadi bagian dari kepemimpinan berbagai lembaga publik di Indonesia. Dan mereka mewakili kemajuan perempuan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia," tegas Puan.

Lebih lanjut, Puan menyebutkan dibutuhkan kebijakan untuk mempersiapkan perempuan agar bisa menghadapi krisis di masa depan. Menurutnya, hal pertama dan yang terpenting dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas perempuan melalui pendidikan di setiap tingkatan.

"Tidak hanya pendidikan dasar, namun juga pendidikan berkualitas tinggi yang adalah hak setiap wanita," tuturnya.

Faktor lain yang dinilai Puan penting untuk memberdayakan perempuan adalah langkah-langkah dalam memajukan infrastruktur digital yang adil dan literasi digital bagi perempuan. Ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan digital. Menurutnya teknologi digital berpotensi mempercepat pemberdayaan perempuan.

"Kita juga harus menyediakan lebih banyak akses keuangan untuk wirausaha perempuan dan usaha kecil dan menengah serta mendorong perempuan untuk lebih terlibat dalam menyelesaikan berbagai tantangan global, seperti pemulihan pandemi, memerangi pemanasan global, dan proses perdamaian," tandasnya.

Simak juga 'Pengamat Sebut Puan Sebagai Capres adalah Harga Mati Bagi PDIP':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT