Terungkap! Video Duo Lansia Ngaku Imam Mahdi-Ratu Adil Direkam di Jonggol

ADVERTISEMENT

Terungkap! Video Duo Lansia Ngaku Imam Mahdi-Ratu Adil Direkam di Jonggol

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 22:32 WIB
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin (Rizky/detikcom)
Bogor -

Warga di Kabupaten Karawang sempat digegerkan oleh kemunculan video dua orang lanjut usia (lansia) yang mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi yang berasal dari Republik Kutatandingan Dunia Jawa Barat. Terungkap bahwa video tersebut ternyata diambil di wilayah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Setelah kami telusuri ternyata pembuatan video tersebut ada di Jonggol, Kabupaten Bogor," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan di kantornya, Selasa (6/12/2022).

Mereka sendiri merupakan warga Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Keduanya telah mengakui bahwa video tersebut merupakan mereka sendiri.

Kepada polisi, mereka juga mengaku memiliki pemahaman yang lain tentang keberadaan Imam Mahdi. Keduanya kini berada di Polres Bogor.

"Iya sementara dari hasil berita acara interview yang kami lakukan, yang bersangkutan mengakui bahwa itu adalah videonya. Kemudian mengakui juga bahwa yang bersangkutan memiliki pemahaman dan ajaran yang berbeda dengan yang selama ini diyakini tentang keberadaan Imam Mahdi tersebut," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, semenjak kemunculan videonya yang viral pada Selasa (29/11), sejumlah pihak langsung turun tangan. Dari jajaran pemerintah desa, kecamatan, MUI, hingga kepolisian.

Namun, dari hasil penelusuran, rumah yang dijadikan 'singgasana' di Hutan Kutatandingan, Karawang, itu sudah kosong ditinggalkan. Meski belum membuahkan hasil, sejumlah informasi sudah dikantongi terkait kemunculan dua lansia tersebut. Mereka ternyata warga pendatang yang beraktivitas menggarap lahan di Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Karawang.

"Dia bukan orang situ ternyata. Pelaku itu sudah lima tahun di sana, dia punya lahan garapan seluas dua hektare, jadi mereka di sana menggarap lahan itu," kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karawang Sujana Ruswana, Rabu (30/11).

(rdh/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT