Eks Karo Provos Ngaku Tangkap Sendiri Sambo Bila Sedari Awal Tahu Skenario

ADVERTISEMENT

Eks Karo Provos Ngaku Tangkap Sendiri Sambo Bila Sedari Awal Tahu Skenario

Wilda Hayatun Nufus, Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 16:49 WIB
Brigjen Benny Ali saat Bersaksi di Sidang Sambo
Brigjen Benny Ali (kanan) saat bersaksi di sidang Sambo (Dok. TV Pool)
Jakarta -

Mantan Karo Provos Propam Polri, Brigjen Benny Ali, mengaku tidak mengetahui sama sekali skenario dari Ferdy Sambo di kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Benny pun mengaku akan menangkap Sambo jika sedari awal mengetahui skenario yang disusun Sambo.

Hal itu disampaikan Benny saat menjadi saksi di sidang lanjutan pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022). Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi duduk sebagai terdakwa.

Awalnya jaksa bertanya kepada Benny Ali soal alasannya datang ke lokasi saat penembakan Yosua terjadi. Benny menyebut kedatangannya sudah sesuai dengan prosedur.

"Jadi sebenarnya Provos itu tugasnya apa?," tanya Jaksa.

"Provos ini sebagai pembantu pimpinan dalam penegakan disiplin di lingkungan Mabes Polri. Jadi di Perkap 6 tahun 2017 salah satu tugas pokok saya melakukan pengamanan VVIP yaitu pimpinan, pejabat utama dan keluarga. Jadi saya hadir di sana dalam rangka mengamankan VVIP," jawab Benny.

Jaksa lalu bertanya kepada Benny soal pandangannya sebagai seorang mantan Karo Provos kasus Yosua. Benny mengaku tidak mengetahui sama sekali skenario yang telah disusun Ferdy Sambo.

"Mungkin kami ini kan pada saat di TKP itu satu jam setelah kejadian. Jadi kejadian jam 5 kami datang jam 6. Kami nggak tahu itu rekayasa," jelas Benny.

Benny mengatakan jika sedari awal mengetahui adanya skenario Ferdy Sambo di kasus kematian Yosua, Benny mengaku akan menangkap langsung Ferdy Sambo pada saat itu.

"Seandainya kita tahu (ada rekayasa), seandainya, mohon maaf Pak Sambo, saya yang nangkap, harus bertanggung jawab. Kasihan banyak korban," ucap Benny.

"Itu kan setelah bapak tahu," timpal Jaksa.

"Iya setelah kita tahu," jawab Benny.

"Pak Benny sendiri yang tangkap?," tanya jaksa lagi.

"Iya," jawab Benny.

Ferdy Sambo dan Putri didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf.

Ferdy Sambo diadili dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ferdy Sambo juga didakwa merintangi penyidikan dalam kasus pembunuhan Yosua. Ferdy Sambo didakwa dengan Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP.

Simak video 'Kesalnya Kombes Susanto ke Sambo: Jenderal Kok Bohong!':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT