Polisi Ungkap Sabu Cair dari Iran Menyasar Anak Muda Pengguna Vape

ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Sabu Cair dari Iran Menyasar Anak Muda Pengguna Vape

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 15:33 WIB
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya masih mengusut kasus peredaran narkoba sabu cair atau likuid yang diedarkan dari Iran melewati Eropa. Polisi menyebut sabu likuid tersebut digunakan untuk vape atau rokok elektrik.

"Iya (digunakan) buat vape," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa saat kepada wartawan, Selasa (6/12/2022).

Mukti mengatakan kasus sabu likuid tersebut merupakan kasus pertama yang terjadi di Indonesia. Mukti mengatakan sabu likuid nantinya bisa membahayakan masyarakat, terutama anak muda.

"Iya (pertama kali), kan bahaya likuid ini kan bisa dipakai oleh kaum muda nanti diawasi," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membongkar peredaran narkoba jenis baru. Jenis narkoba tersebut mengandung sabu dengan bahan likuid.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa membenarkan adanya pengungkapan sabu likuid ini. Ia mengatakan sabu likuid itu digagalkan pada Senin (27/11) lalu.

"Pada tanggal 27 November 2022, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya melakukan penangkapan kasus narkoba, dengan modus likuid yang berbahan methamphetamine," ujar Kombes Mukti.

Mukti mengatakan sabu likuid ini adalah jenis narkoba baru.

"Modus baru ini digunakan untuk membuat narkoba jenis MDMA atau sabu dengan menggunakan likuid tersebut," katanya.

Sabu likuid ini dikirim dari Iran dan melintasi Eropa. Menurut Mukti, sabu likuid ini tergolong baru di Indonesia.

"Ada informasi bahwa ini dikirim dari Iran melalui Eropa baru ke Indonesia," imbuhnya.

(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT