Polisi Tetapkan Satu Orang Tersangka Kasus Peredaran Sabu Likuid dari Eropa

ADVERTISEMENT

Polisi Tetapkan Satu Orang Tersangka Kasus Peredaran Sabu Likuid dari Eropa

Wildan Noviansyah - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 13:14 WIB
Gedung Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya masih mengusut kasus peredaran narkoba sabu likuid yang diedarkan dari Eropa. Terbaru, polisi telah menetapkan satu orang tersangka di kasus tersebut.

"Sejauh ini tersangka satu orang," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa saat kepada wartawan, Selasa (6/12/2022).

Mukti tidak merinci identitas tersangka tersebut. Mukti mengatakan peran dari tersangka adalah yang akan mengedarkan barang haram tersebut. Namun Mukti menegaskan sejauh ini sabu likuid tersebut belum sempat diedarkan.

"(peran tersangka) Pengedar. Sejauh ini belum ya (diedarkan)," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membongkar peredaran narkoba jenis baru. Jenis narkoba tersebut mengandung sabu dengan bahan likuid.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa membenarkan adanya pengungkapan sabu likuid ini. Ia mengatakan peredaran sabu likuid itu digagalkan pada Senin (27/11) lalu.

"Pada tanggal 27 November 2022, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya melakukan penangkapan kasus narkoba, dengan modus likuid yang berbahan methamphetamine," ujar Kombes Mukti Juharsa dalam keterangan kepada detikcom, Rabu (30/11/2022).

Mukti mengatakan sabu likuid ini adalah jenis narkoba baru.

"Modus baru ini digunakan untuk membuat narkoba jenis MDMA atau sabu dengan menggunakan likuid tersebut," katanya.

Sabu likuid ini dikirim dari Eropa. Menurut Mukti, sabu likuid ini tergolong baru di Indonesia.

"Ada informasi bahwa ini dikirim dari Iran melalui Eropa baru ke Indonesia," imbuhnya.

Dalam kasus ini, pihaknya telah mengamankan sejumlah tersangka. Sejumlah barang bukti sabu likuid juga telah disita untuk penyidikan.

Mukti belum mau membeberkan lebih lanjut soal kronologi pengungkapan dan tersangka dalam kasus ini. Polisi masih mengembangkan kasus ini.

"Sementara itu dulu ya, masih pengembangan," imbuhnya.

(yld/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT