Jokowi Minta Jaga Pasokan Pangan: Bisa Ada Masalah Politik dan Sosial

ADVERTISEMENT

Jokowi Minta Jaga Pasokan Pangan: Bisa Ada Masalah Politik dan Sosial

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 15:27 WIB
Jokowi
Presiden Jokowi (Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara terkait kondisi perekonomian pada 2023. Dia mengingatkan kehati-hatian terkait krisis keuangan hingga krisis pangan yang akan menyasar ke masalah sosial dan politik.

"Yang kedua mengenai kondisi perekonomian tahun 2023. Sekali kita harus tetap hati-hati dan waspada yang berkaitan dengan krisis keuangan, ekspor yang menurun, kemungkinan ekspor yang menurun," kata Jokowi dalam rapat kabinet di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2022).

"Kemudian juga krisis pangan hati-hati mengenai ini karena nanti bisa larinya ada masalah sosial dan politik," lanjutnya.

Jokowi meminta kebijakan pangan betul-betul diperhitungkan dengan baik. Jangan sampai tidak ada hitungan cadangan pangan sehingga memicu kenaikan harga-harga.

"Utamanya yang berkaitan dengan beras betul-betul hitung-hitungannya itu. hitung-hitungan lapangan, jangan sampai perhitungan kita baru sehingga kita tidak menyiapkan resource cadangan dan pada suatu titik cadangan kita habis dilihat oleh pedagang dan akhirnya harga beras psti akan naik. Ini supply dan demand pasti akan menyimpulkan itu," ucapnya.

Jokowi lantas mengatakan bahwa situasi dunia saat ini sedang tidak baik. Oleh karena itu, menurut Jokowi, kebijakan yang menyangkut kehidupan publik mesti dikalkulasi dengan baik.

"Kita tahu bahwa situasi dunia masih tidak baik-baik saja sehingga sekali saya minta seluruh policy yang berkaitan dengan masyarakat, hajat hidup orang banyak, itu betul-betul dikalkulasi, dihitung betul-betul," ucapnya.

Jokowi menyebutkan pentingnya kolaborasi antarkementerian untuk mengantisipasi potensi krisis tersebut. Jokowi mengingatkan jajarannya untuk tidak terjebak ego sektoral.

"Kuncinya sekali lagi kolaborasi antara kementerian dan lembaga dan jangan terjebak pada ego sektoral. Lakukan konsolidasi data, konsolidasi konsolidasi policy dan juga konsolidasi dari pelaksanaan atau implementasi," ucapnya.

(eva/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT