Apa Saja Level Status Bencana Alam? Simak Penjelasannya di Sini

ADVERTISEMENT

Apa Saja Level Status Bencana Alam? Simak Penjelasannya di Sini

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 12:20 WIB
Level status bencana alam perlu diketahui guna meningkatkan kewaspadaan di masyarakat. Informasi tersebut sebagai persiapan dini sebelum terjadi bencana alam.
Ilustrasi banjir (Foto: Andhika/detikcom)
Jakarta -

Level status bencana alam perlu diketahui guna meningkatkan kewaspadaan di masyarakat. Informasi tersebut juga sebagai langkah-langkah persiapan dini yang perlu dilakukan sebelum terjadinya bencana alam.

Lantas, apa saja tingkatan status bencana alam? Berikut informasi selengkapnya.

Pengertian Level Status Bencana Alam

Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam serta mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, nonalam, maupun faktor manusia. Bencana dapat menimbulkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Level status bencana alam adalah tingkatan bencana alam yang ditetapkan pada suatu daerah rawan bencana. Tingkatan ini biasanya berlaku untuk bencana banjir dan gunung berapi.

Level status bencana alam perlu diketahui guna meningkatkan kewaspadaan di masyarakat. Informasi tersebut sebagai persiapan dini sebelum terjadi bencana alam.Level status bencana alam perlu diketahui guna meningkatkan kewaspadaan di masyarakat. Informasi tersebut sebagai persiapan dini sebelum terjadi bencana alam. (Foto: Getty Images/iStockphoto/andersen_oystein)

Level Status Gunung Api

Indonesia menerapkan empat tingkat status gunung api, mulai dari level normal hingga level awas yang paling berbahaya. Dilansir situs resmi Indonesia Baik oleh Kominfo, berikut penjelasannya.

  • Level 1 (Aktif Normal)
    Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental fluktuatif, tidak memperlihatkan peningkatan aktivitas yang signifikan. Pada gunung berapi berstatus level 1 normal, tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik.
  • Level 2 (Waspada)
    Status gunung berapi level 2 waspada menunjukkan peningkatan aktivitas seismik dan mulai muncul kejadian vulkanik. Pada status waspada ini mulai terlihat perubahan visual di sekitar kawah, seperti gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, namun diperkirakan tidak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu.
  • Level 3 (Siaga)
    Ada peningkatan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik lainnya, serta terlihat jelas perubahan baik secara visual maupun perubahan aktivitas kawah. Jika peningkatan aktivitas gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan.
  • Level 4 (Awas)
    Kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi atau letusan. Status awas merujuk pada letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, diikuti semburan abu dan uap kemudian diikuti dengan erupsi besar. Kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun 24 jam.

Tingkatan Status Bencana Banjir

Selain gunung api, penetapan tingkatan bencana alam juga berlaku untuk peristiwa banjir. Status bencana banjir dikenal dengan istilah "siaga" yang diikuti dengan angka 1, 2, 3, atau 4. Ini ulasannya.

  • Siaga 4
    Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Perintah membuka atau menutup pintu dan penentuan arah air dilakukan komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.
  • Siaga 3
    Hujan menyebabkan genangan air tetapi kondisinya belum kritis dan membahayakan. Masyarakat harus berhati-hati dan menyiapkan kemungkinan terjadinya banjir. Penanganan diserahkan pada suku dinas pembinaan mental dan kesejahteraan sosial (Bintal Kesos) di wilayah setempat.
  • Siaga 2
    Urutan siaga banjir di tingkat ini menandakan wilayah genangan air mulai meluas. Penanggung jawab di kondisi ini adalah Ketua Harian Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi (PBP) yaitu Sekretaris Daerah.
  • Siaga 1
    Kondisi siaga 1 ditetapkan bila dalam enam jam genangan air tidak juga surut dan kondisi menjadi kritis. Penanggung jawab penanganan siaga 1 adalah gubernur selalu pimpinan provinsi.

Demikian informasi tentang level status bencana alam yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Semoga bermanfaat!

Simak juga 'Status Masih Awas, Gunung Semeru Muntahkan Lava Pijar':

[Gambas:Video 20detik]




(kny/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT