Legislator Medan Laporkan Balik Korban Penganiayaan gegara Uang Damai Rp 3 M

ADVERTISEMENT

Legislator Medan Laporkan Balik Korban Penganiayaan gegara Uang Damai Rp 3 M

Tim detikSumut - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 11:38 WIB
Ilustrasi uang rupiah
Foto ilustrasi uang rupiah. (Getty Images/iStockphoto/Squirescape)
Medan -

Khalik, warga yang diduga menjadi korban penganiayaan dua anggota DPRD Medan, David Roni Ganda Sinaga (PDIP) dan Habiburrahman Sinuraya (NasDem), serta Risdo Sinaga adik David mengaku meminta uang damai sebesar Rp 3 miliar. Kasus ini merupakan buntut dugaan penganiayaan di tempat hiburan malam.

Pengacara Khalik, Hamdani Pariduri, mengakui permintaan uang damai itu memang tidak masuk akal. Namun, nominal itu disampaikan mereka agar laporan dugaan penganiayaan terhadap kliennya tetap berlanjut.

Dia bercerita awalnya pihak David dan Habib yang terlebih dahulu menawarkan perdamaian dengan kompensasi Rp 10 juta. "Awalnya 6 November 2022, adik Habib menghubungi Khalik dan mengajak bertemu," katanya kepada detikSumut, Senin (5/12/2022).

Menurut Hamdani, pertemuan itu ditolak kliennya karena masih dalam pemulihan kondisi usai babak belur dianiaya. Kemudian, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP Martua Manik, menghubungi kliennya untuk melakukan pertemuan di Polsek Medan Baru pada 8 November 2022.

Saat bertemu, kata Hamdani, Khalik tidak ikut karena sedang masa pemulihan dari luka yang didapati. "Jadi ketemulah saya dan tim dengan Habib, David, dan RS (terlapor) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, mereka minta laporan itu diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan mereka menanyakan bentuk perdamaian yang diinginkan Khalik," katanya.

Kemudian, Martua yang turut hadir saat itu memberikan penjelasan agar kedua belah pihak bertukar nomor telepon agar bisa berkomunikasi untuk membicarakan persoalan itu lebih lanjut.

"Nah, saat pertemuan itu, wajah mereka kami lihat segar-segar aja. Bekas penganiayaan tidak ada terlihat," ungkapnya.

Setelah pertemuan itu, bahkan Habib kembali berkomunikasi melalui telepon seluler untuk membujuk agar Khalik mau berdamai. Bahkan, beberapa kali Habib meminta untuk bertemu langsung dengan Khalik.

Tetapi, Khalik bersikukuh agar kasus tersebut tetap diproses hukum saja. Pada 13 November 2022, pertemuan kedua belah pihak dilakukan di sebuah kafe di Medan.

"Lalu, mereka bilang mau memberikan uang Rp 10 juta untuk perdamaian. Setelah itu cabut laporan polisi kita makan sama-sama. Itu kata mereka," lanjutnya.

Pada 14 November 2022, Habib kembali menelepon dirinya untuk menanyakan angka perdamaian tersebut. Rupanya Khalik tetap tidak mau dan justru tersinggung.

"Menurut klien kami itu angka yang tidak logika. Makanya, kami pun bilang angka yang tidak logika, Rp 3 miliar," katanya.

2 Anggota DPRD Laporkan Balik Khalik bisa baca di halaman selanjutnya

Simak juga 'Terekam CCTV, Komplotan Remaja Curi 6 Motor Cuma Hitungan Menit':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT